TASIKMALAYA, pewarta.id – Muhammad Abdul Karim resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KADIN Kota Tasikmalaya dalam pelaksanaan Musyawarah Kota (MUKOTA) V KADIN Kota Tasikmalaya, Sabtu (12/9/2026).
Terpilihnya Karim bukan semata-mata hasil dari proses pemilihan di dalam forum MUKOTA, tetapi merupakan buah dari proses komunikasi, konsolidasi dan silaturahmi yang dibangun secara intensif dengan berbagai unsur dunia usaha di Kota Tasikmalaya.Sejak tahapan pencalonan, komunikasi dilakukan dengan anggota KADIN, Anggota Luar Biasa (ALB), asosiasi dan himpunan dunia usaha serta berbagai elemen yang memiliki kepentingan terhadap masa depan KADIN Kota Tasikmalaya.
Dukungan yang berkembang terhadap Karim juga tidak dibangun dalam waktu singkat. Konsolidasi dilakukan dengan mengedepankan komunikasi terbuka, mendengarkan aspirasi dan membangun kesamaan pandangan mengenai arah KADIN Kota Tasikmalaya ke depan.Karim menegaskan bahwa mandat yang diterimanya merupakan amanah organisasi dan amanah dunia usaha Kota Tasikmalaya, sehingga kemenangan dalam MUKOTA bukanlah akhir dari sebuah kontestasi, melainkan awal dari pekerjaan yang jauh lebih besar.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama proses ini terus membangun komunikasi dan memberikan dukungan. Bagi saya, setelah MUKOTA selesai, tidak ada lagi sekat-sekat kontestasi. Yang ada adalah bagaimana kita bersama-sama membangun KADIN Kota Tasikmalaya,” ujar Karim.
Menurutnya, KADIN harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha. Perbedaan pandangan yang muncul selama proses MUKOTA merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi secara dewasa.Karena itu, Karim membuka ruang komunikasi dan rekonsiliasi dengan seluruh pihak, termasuk mereka yang sebelumnya berada pada posisi berbeda dalam kontestasi.
“Saya ingin KADIN menjadi rumah bersama. Semua pihak punya tempat, semua gagasan punya ruang, dan semua potensi dunia usaha harus bisa kita satukan,” katanya.
Terpilihnya Karim secara aklamasi sekaligus menjadi momentum untuk mengakhiri berbagai dinamika yang berkembang menjelang MUKOTA V.
Ke depan, konsolidasi organisasi akan menjadi agenda utama. Karim bersama jajaran yang akan dibentuk diharapkan mampu memperkuat hubungan dengan anggota, ALB, asosiasi dan himpunan dunia usaha, sekaligus membangun komunikasi yang produktif dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya, KADIN Jawa Barat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kontestasi sudah selesai. Sekarang waktunya bekerja. KADIN harus hadir memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya,” tegas Karim.
Dengan semangat tersebut, kemenangan Karim di MUKOTA V diharapkan menjadi titik awal bagi KADIN Kota Tasikmalaya yang lebih solid, terbuka, kolaboratif dan berorientasi pada kepentingan dunia usaha.


