Tiga Bulan Dampingi Korban Longsor Pasirlangu Cisarua, Tim Multidisiplin ITB Gulirkan Pemulihan Psikososial Hingga Kesehatan

DST

Image of 1003160994

BANDUNG BARAT, pewarta.id — Bencana tanah longsor yang merusak puluhan rumah warga serta mengisolasi permukiman di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada awal 2026 menyisakan trauma mendalam serta dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat. Memasuki fase pemulihan, Institut Teknologi Bandung (ITB) menerjunkan tim gabungan lintas disiplin untuk mendampingi warga terdampak agar dapat bangkit dan kembali tangguh.

Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pulih Bersama, Tangguh Bersama”, ITB menggelar rangkaian aksi pendampingan pascabencana yang mencakup sektor psikososial, kesehatan, hingga edukasi kebencanaan sepanjang Maret hingga Juni 2026.

Ketua Program PKM ITB, Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani dari Sekolah Farmasi ITB, menjelaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur semata, melainkan juga harus menyasar pada penguatan psikologis, kesehatan masyarakat, dan edukasi mitigasi kebencanaan sejak dini.

“Kami menerjunkan kolaborasi lintas fakultas bersama mahasiswa, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Pelayanan Komunitas (DPMK) ITB, jajaran pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, hingga pemuda Karang Taruna untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Prof. Ilma Nugrahani dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Sentuhan Sosial Hingga Layanan Kesehatan Gratis

Rangkaian aksi kemanusiaan ITB diawali pada pertengahan Maret 2026 lalu, bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan. Tim ITB yang dihadiri oleh Prof. Ilma Nugrahani, Dr. David Sahara mewakili DPMK ITB, dan Prof. Sukrasno dari Sekolah Farmasi ITB menggelar silaturahmi serta buka puasa bersama warga terdampak di Desa Pasirlangu. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula berbagai bantuan perlengkapan rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan mendasar pengungsi.

Camat Cisarua, Iwan Mustawan Azis, AP., S.Sos., M.Si., bersama jajaran aparat desa menyambut baik langkah taktis civitas akademika tersebut. Momen tatap muka tersebut dimanfaatkan secara efektif untuk mendengarkan langsung aspirasi warga yang kehilangan tempat tinggal pascabencana longsor.

Puncak pendampingan kesehatan direalisasikan pada Juni 2026 melalui kerja sama erat dengan Puskesmas Pasirlangu dan Layanan Kesehatan (Yankes) ITB. Tim gabungan dosen, mahasiswa jenjang S1 hingga S3, apoteker, serta tenaga medis memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan, serta edukasi penggunaan obat yang aman (Dagusibu) bagi ratusan warga yang rentan terserang penyakit di lokasi pengungsian maupun pemukiman sementara.

Tanamkan Budaya Sadar Bencana dan Pemberdayaan Remaja

Mengingat wilayah Cisarua berada di zona rawan pergerakan tanah di kaki Gunung Burangrang, ITB turut memberikan edukasi mitigasi kebencanaan bagi generasi muda. Pada Mei 2026, tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB menggelar pelatihan khusus untuk siswa di SDN Karya Bakti dan MTs Al Amin.

Lewat pendekatan edukatif dan visual yang kreatif, para pelajar diajarkan mengenai potensi risiko lingkungan sekitar serta cara mengambil keputusan cepat saat situasi darurat bencana terjadi. Langkah ini diambil guna menanamkan budaya sadar bencana (disaster awareness) sejak usia sekolah.

Tidak hanya anak-anak, para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Pasirlangu juga mendapatkan pendampingan khusus. Tim ITB memfasilitasi pelatihan keterampilan serta program pemulihan psikososial remaja agar mereka memiliki ketahanan mental sekaligus mampu menjadi penggerak aktif dalam aksi penanggulangan bencana di desanya sendiri.Sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat ini diharapkan menjadi formula efektif dalam membangun kembali ketangguhan Desa Pasirlangu dari bayang-bayang ancaman bencana alam di masa depan. (GPWK)

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

DST

Tags

Tinggalkan komentar