Domba Garut Jadi Ikon Budaya dan Ekonomi Kreatif

DST

Image of Img 20260912 wa0086

GARUT, pewarta.id – Tarogong Kaler – Grand Final Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Liga Garut dan Kontes Ternak 2026 di Pamidangan Lembah Gunung Guntur Anugrah, Sabtu (12/9), bukan sekadar ajang adu ketangkasan hewan. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa domba Garut kini diposisikan sebagai ikon budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

Dalam acara yang dihadiri Ketua HPDKI Jawa Barat Denny Mulyadi, perwakilan Kementerian Pertanian, serta jajaran Pemkab Garut, Syakur menekankan pentingnya perawatan penuh kasih terhadap domba Garut agar nilai jualnya meningkat. “Kalau hanya dijual dagingnya, harganya tidak akan tinggi. Tapi domba yang dirawat dengan cinta bisa bernilai ratusan juta. Ini yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat Garut,” ujarnya.

Budaya, Silaturahmi, dan Pariwisata

Syakur menilai SKDG bukan hanya wadah silaturahmi pecinta domba, tetapi juga peluang memperkenalkan Garut sebagai destinasi budaya. Ke depan, Pemkab berkomitmen menggandeng PHRI dan Disparbud agar seni ketangkasan domba menjadi atraksi wisata unggulan.

“Domba Garut ini unik, tanduknya besar, kuat, sekaligus melambangkan karakter masyarakat kita. Kalau dikemas dengan baik, bisa jadi daya tarik wisata budaya,” tambahnya.

Dampak Ekonomi Nyata

Sekjen HPDKI Garut, Asep Rahwanto, menyebutkan liga SKDG tahun ini diikuti 461 ekor domba dari berbagai daerah, sementara kontes ternak lokal melibatkan 170 ekor dari peternak Garut. Menurutnya, event tahunan ini terbukti mendongkrak harga jual domba unggulan.

“Ada domba Raja Kasep yang terjual hingga Rp400 juta. Tanpa event, harga domba tidak akan naik,” tandasnya.

Harapan PeternakAsep menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Garut, mengingat kontes ternak sempat terancam batal karena efisiensi anggaran. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai ruang apresiasi sekaligus peningkatan kesejahteraan peternak.(Slamet Timur).

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

DST

Tinggalkan komentar