Ciamis, pewarta.id – Bencana longsor menerjang Dusun Cibulakan, Kecamatan Cihaurbeuti, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam. Akibat kejadian itu, dua rumah warga mengalami kerusakan berat tertimbun material longsor, sementara enam rumah lainnya terdampak luapan air dan lumpur.
Salah seorang warga terdampak, Dede Kartini, mengaku panik saat mendengar suara gemuruh sebelum longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.
“Ada suara gemuruh, air deras, hujan besar. Saya langsung melarikan diri keluar sambil membawa anak,” ujar Dede saat ditemui di lokasi bencana.
Menurutnya, sebelum longsor terjadi, air lumpur sempat masuk ke dalam dapur rumahnya. Tidak lama kemudian terdengar suara keras disusul material longsor yang menghantam rumah.
“Saya kaget. Baru keluar rumah, longsor langsung turun,” katanya.
Saat kejadian, Dede berada di rumah bersama suami dan anaknya. Ketiganya berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan rumah tertimbun material tanah dan lumpur.
Camat: Curah Hujan Tinggi dan Irigasi Tersumbat Jadi Pemicu
Camat Cihaurbeuti, Enok Kursilah, mengatakan bencana longsor dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan aliran irigasi tersumbat rumpun bambu sehingga air meluap ke permukiman warga.
“Penyebabnya curah hujan terlalu tinggi. Irigasi tersumbat pohon bambu sehingga air melimpah dan memicu longsor yang menimpa rumah warga,” ujar Enok.
Ia menjelaskan, total terdapat delapan kepala keluarga atau sekitar 25 jiwa yang terdampak bencana tersebut. Dua rumah mengalami kerusakan paling parah dan tidak lagi dapat ditempati.
“Sementara warga yang terdampak diungsikan ke rumah saudara terdekat,” katanya.
Selain rumah warga, sebuah musala di sekitar lokasi juga terdampak material longsor dan lumpur.
Enok menambahkan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk BPBD dan dinas terkait, untuk penanganan darurat serta normalisasi saluran irigasi yang mengairi beberapa desa di wilayah tersebut.
“Kami fokus membersihkan material yang menghalangi aliran air supaya tidak kembali meluap ke rumah warga,” ungkapnya.
Polisi dan Petugas Gabungan Evakuasi Warga
Sementara itu, Kapolsek Cihaurbeuti, Agus Predi Muharom, mengatakan pihak kepolisian langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan bencana longsor.
“Karena curah hujan sangat tinggi, terjadi longsor tadi malam. Kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, koramil, tagana, dan stakeholder lainnya untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.
Petugas gabungan memprioritaskan penyelamatan warga yang berada di lokasi terdampak sebelum melakukan pembersihan material longsor dan normalisasi irigasi di atas permukiman warga.
“Korban sudah kami evakuasi ke tempat aman di rumah saudaranya masing-masing,” kata Agus.
Ia menyebutkan, sebanyak enam personel Polsek diterjunkan dibantu personel dari Polres Ciamis dan unsur relawan untuk menangani bencana tersebut.
Selain melakukan evakuasi, aparat juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak dan melakukan patroli untuk mengantisipasi longsor susulan, terutama saat malam hari.
“Total ada delapan kepala keluarga terdampak, namun yang terkena langsung material longsor ada dua rumah,” pungkasnya.**











