GARUT, pewarta.id — Untuk pertama kalinya, Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Garut resmi memberangkatkan 174 jemaah haji beserta petugas yang tergabung dalam Kloter 22 Embarkasi Kertajati, Kamis pagi.
Prosesi pelepasan berlangsung di Gedung Pendopo Garut dan dipimpin langsung oleh Bupati Garut bersama jajaran Forkopimda. Para jemaah diberangkatkan menuju Embarkasi Kertajati untuk selanjutnya bertolak ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, mengatakan seluruh tahapan persiapan keberangkatan berjalan lancar. Mulai dari pelaksanaan bimbingan manasik hingga distribusi perlengkapan dan akomodasi jemaah telah dilakukan sesuai jadwal.
“Seluruh rangkaian persiapan berjalan dengan baik, termasuk pembinaan manasik dan distribusi perlengkapan jemaah,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, jumlah jemaah haji asal Garut tahun ini sebanyak 169 orang ditambah lima petugas haji, sehingga total keseluruhan mencapai 174 orang.
Menurut Indra, jumlah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibanding musim haji tahun sebelumnya yang mencapai 1.931 jemaah. Penurunan terjadi karena tahun ini keberangkatan menggunakan kuota haji Provinsi Jawa Barat.
“Kami memperkirakan kuota haji Kabupaten Garut akan kembali normal pada tahun 2029 mendatang,” katanya.
Selain itu, Indra menyebut sekitar 60 persen jemaah yang berangkat tahun ini merupakan lanjut usia (lansia). Berdasarkan manifes yang diterbitkan Kemenhaj Garut, jemaah tertua tercatat atas nama Ija Watma (93) asal Kecamatan Bayongbong.
Sementara itu, jemaah termuda adalah Fadlan Haraz Akili yang berusia 17 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul.
Pihak Kemenhaj Garut berharap seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik hingga kembali ke tanah air dengan selamat.(slamet timur)











