GARUT, pewarta.id – Ribuan masyarakat Kota Garut tumpah ruah ke jalan pada Selasa malam, 5 Mei 2026, untuk menyambut meriah Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran yang digelar oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kegiatan berlangsung di sepanjang Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Alun-alun Garut, depan Bale Dewa Niskala.
Kirab budaya berskala kolosal ini menghadirkan berbagai atraksi seni dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Rangkaian acara diawali dengan pawai berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 kilometer, dimulai dari Makorem 062 Tarumanegara di Jalan Bratayuda, melintasi Jalan Ahmad Yani, hingga mencapai panggung utama di pusat kegiatan.
Sepanjang perjalanan, para seniman menampilkan beragam kesenian khas daerah masing-masing. Suasana semakin semarak dengan iring-iringan Gubernur yang akrab disapa KDM bersama para pejabat Jawa Barat, menaiki kereta kencana yang dikawal pasukan berkuda dengan kostum ala kerajaan tempo dulu.
Antusiasme warga terlihat sejak sore hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat mulai memadati jalur kirab sejak pukul 18.00 WIB. Mereka rela berdesakan demi menyaksikan langsung kemeriahan acara budaya tersebut.
Salah seorang warga, Teh Ulin (48), mengaku sangat terhibur dengan suguhan yang ditampilkan. Ia mengapresiasi keberagaman seni yang dihadirkan, termasuk penampilan sejumlah artis yang turut memeriahkan acara.
“Senang sekali, jarang ada acara sebesar ini. Apalagi ada artis-artis juga, jadi makin seru,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Karsono (56), warga Malayu Asri, Kecamatan Samarang. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi hiburan langka yang sangat dinantikan masyarakat.
“Ini hiburan besar yang jarang ada. Jadi masyarakat sangat menikmati,” katanya.
Tak hanya memberikan hiburan, kegiatan ini juga membawa berkah ekonomi bagi para pelaku usaha kecil. Ade, pedagang asongan asal Kecamatan Wanaraja, mengaku omzetnya meningkat selama acara berlangsung.
“Kalau ada acara seperti ini, dagangan lebih laku. Bahkan saya ikut ke kota lain kalau ada event serupa,” ungkapnya.
Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Tatar Sunda yang akan jatuh pada 18 Mei mendatang. Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat Jawa Barat.
Dalam sambutannya di hadapan ribuan warga, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kirab yang digelarnya di berbagai daerah bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Jawa Barat, menjaga kelestarian alam, serta mengembalikan kejayaan Tatar Pasundan sebagai wilayah yang subur, hijau, dan sejahtera.
Tak hanya itu, KDM juga berjanji akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya di Kabupaten Garut. Salah satu rencana yang disampaikan adalah pembangunan jalan layang (flyover) guna mengatasi kemacetan yang kian meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Ke depan, infrastruktur akan menjadi prioritas, termasuk rencana pembangunan jalan layang untuk mengurai kemacetan di Garut,” tegasnya.
Kemeriahan kirab budaya ini menjadi bukti kuatnya kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Sunda sekaligus harapan besar terhadap pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera.(slamet Timur).











