Selasa, 27 Oktober 2026
Banjar

Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Banjar Bagikan Helm dan Gencarkan Edukasi Keselamatan di Jalan

Image of Img 20261027 wa0043

KOTA BANJAR, pewarta.id – Tak sekadar menegur pelanggar, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banjar menghadirkan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Petugas turun langsung ke jalan, memberikan edukasi kepada pengendara, hingga membagikan helm kepada pengguna jalan yang kedapatan tidak mengenakan pelindung kepala saat berkendara.

Image of Img 20261027 wa0040

Langkah tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas bukan semata-mata soal menghindari sanksi, melainkan upaya melindungi diri sendiri dan orang-orang tercinta dari risiko kecelakaan.

 

Kegiatan berlangsung di Simpang Empat Soponyono, Kota Banjar, Selasa (27/10/2026) pagi. Kasat Lantas Polres Banjar bersama jajaran Satlantas dan anggota Dinas Perhubungan (Dishub) menyapa langsung para pengguna jalan, menyampaikan imbauan keselamatan, serta memberikan teguran kepada pengendara yang ditemukan melakukan pelanggaran.

 

Bagikan Helm, Tanamkan Kesadaran Keselamatan

 

Salah satu momen menarik dalam kegiatan tersebut terjadi ketika Kasat Lantas Polres Banjar menyerahkan helm secara langsung kepada pengendara yang kedapatan tidak menggunakannya.

 

Pemberian helm itu bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan setiap kali berkendara.

 

Petugas mengingatkan bahwa helm harus dikenakan sejak perjalanan dimulai, bukan hanya ketika melihat keberadaan polisi di jalan. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko cedera kepala apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.

 

Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Priyo Sumbodo, S.E., menegaskan bahwa Operasi Patuh Lodaya 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

 

“Keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan hanya karena ada petugas yang mengawasi. Kami mengingatkan setiap pengendara agar selalu menggunakan helm karena keselamatan diri merupakan hal utama saat berkendara. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas,” ujarnya.

 

Menurutnya, kesadaran berlalu lintas perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian, kepatuhan terhadap aturan tidak berhenti ketika operasi kepolisian berakhir, tetapi terus menjadi bagian dari perilaku masyarakat di jalan raya.

 

Orang Tua Diingatkan, Keselamatan Anak Tak Boleh Diabaikan

 

Selain menyasar pengendara yang tidak menggunakan helm, petugas juga memberikan perhatian khusus kepada orang tua yang membonceng anak tanpa perlengkapan keselamatan tersebut.

 

Mereka diberikan imbauan agar tidak mengabaikan keselamatan anak selama perjalanan. Sebaliknya, petugas turut memberikan apresiasi kepada orang tua yang telah membiasakan anaknya mengenakan helm saat dibonceng menggunakan sepeda motor.

 

Pesan ini menjadi bagian penting dari edukasi keselamatan berlalu lintas. Sebab, perlindungan terhadap anak harus dimulai dari keputusan sederhana yang dilakukan orang tua sebelum kendaraan melaju.

 

Penggunaan helm bagi anak bukan sekadar pelengkap perjalanan, melainkan langkah perlindungan untuk mengurangi risiko cedera apabila terjadi kecelakaan. Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya memastikan dirinya berkendara dengan aman, tetapi juga memperhatikan keselamatan setiap penumpang, terutama anak-anak.

 

Melalui pendekatan tersebut, Satlantas Polres Banjar berupaya menanamkan pemahaman bahwa budaya tertib berlalu lintas perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

 

Sinergi Petugas untuk Wujudkan Lalu Lintas yang Aman

 

Pelaksanaan kegiatan di Simpang Empat Soponyono tersebut melibatkan Kanit Turjagwali, Kanit Gakkum, Kanit Kamsel, personel Satlantas Polres Banjar, serta anggota Dinas Perhubungan.

 

Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong terciptanya kondisi lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.

 

Kegiatan tersebut sejalan dengan tema Operasi Patuh Lodaya 2026, yakni “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”

 

Melalui edukasi langsung di lapangan, petugas berharap masyarakat semakin memahami bahwa setiap aturan lalu lintas memiliki tujuan untuk melindungi keselamatan pengguna jalan.

 

Pendekatan humanis juga menjadi ruang bagi petugas untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Teguran tidak hanya diberikan sebagai pengingat atas pelanggaran, tetapi juga sebagai dorongan agar pengendara memperbaiki perilaku berkendara demi keselamatan bersama.

 

Keselamatan Dimulai dari Diri Sendiri

 

Operasi Patuh Lodaya 2026 menjadi momentum bagi Polres Banjar untuk kembali mengingatkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.

 

Menggunakan helm berstandar SNI, memastikan anak yang dibonceng turut mengenakan helm, mematuhi rambu lalu lintas, serta berkendara dengan tertib merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan.

 

Polres Banjar mengajak seluruh pengguna jalan untuk tidak memandang aturan lalu lintas sebagai beban, melainkan sebagai bentuk perlindungan bagi diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan.

 

Sebab, keselamatan tidak cukup hanya diingatkan melalui imbauan atau ditegakkan melalui penindakan. Keselamatan harus tumbuh menjadi kesadaran dan kebiasaan yang melekat pada setiap pengendara.

 

Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, pesan yang ingin ditegaskan sederhana: satu helm yang dikenakan, satu aturan yang dipatuhi, dan satu keputusan untuk berkendara dengan tertib dapat menjadi langkah berarti untuk melindungi nyawa. (Asep Restu)

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Memuat berita selanjutnya…