Bandung, pewarta.id — Momentum Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat menjadi ajang apresiasi bagi sejumlah kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam membangun kemitraan strategis dengan insan pers. Salah satu yang mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut adalah Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, bersama delapan kepala daerah lainnya di wilayah Jawa Barat, termasuk Wali Kota Banjar Ir. Sudarsono dan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Penghargaan berupa Plakat Kemitraan Terbaik itu diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sinergi positif antara pemerintah daerah dan jurnalis televisi dalam memastikan arus informasi publik tetap berjalan transparan, akurat, serta bermanfaat bagi masyarakat luas. Prosesi penyerahan plakat dilakukan oleh Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, sesaat setelah rangkaian Musda resmi ditutup di Bandung, Kamis (27/11/2025).
Pada kesempatan tersebut, plakat untuk Bupati Ciamis Herdiat Sunarya diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat. Sementara itu, penghargaan untuk Wali Kota Banjar diterima oleh Kepala Diskominfo Kota Banjar, Asep Mulyana, yang mewakili Ir. Sudarsono berhalangan hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Herik Kurniawan menekankan bahwa pemerintah daerah merupakan mitra penting bagi media massa, terutama media televisi yang memiliki jangkauan luas dan peran strategis dalam menyampaikan informasi publik. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan IJTI dapat terus menguat sehingga fungsi media sebagai penyampai pesan, pengawas, dan edukator publik dapat terlaksana secara maksimal.
“Pemerintah daerah merupakan mitra kerja yang sangat penting bagi media massa. IJTI mengapresiasi hubungan baik yang selama ini terjalin, dan kami berharap ke depan sinergi ini semakin erat agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap objektif dan berkualitas,” ujar Herik.
Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melalui Kadis Kominfo Ciamis, Enda Hidayat, menyampaikan apresiasi mendalam atas penghargaan tersebut. Enda menegaskan bahwa keberadaan media massa, khususnya televisi, merupakan elemen penting dalam ekosistem demokrasi yang sehat.
“Media massa adalah pilar demokrasi yang tidak bisa dipisahkan dari tugas pemerintah. Media menjadi jembatan informasi yang memungkinkan masyarakat mengetahui berbagai program, kebijakan, dan perkembangan daerah,” ungkap Enda.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Ciamis berkomitmen untuk tetap menjaga hubungan konstruktif dengan IJTI dan seluruh insan pers agar informasi pembangunan daerah dapat tersampaikan secara luas dan akurat. “Kami berharap sinergi yang telah terjalin ini terus dipertahankan. Kolaborasi dengan IJTI ke depan akan semakin kuat untuk bersama-sama mendorong pembangunan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Dari Kota Banjar, Kadis Kominfo Asep Mulyana yang mewakili Wali Kota Ir. Sudarsono juga menyampaikan apresiasi serupa. Menurutnya, penghargaan dari IJTI menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus membuka ruang dialog dan kerja sama dengan media.
“Semoga IJTI semakin maju dan solid. Kami percaya karya jurnalistik yang baik akan memberikan dampak besar bagi masyarakat. Pemerintah Kota Banjar akan terus bersinergi dengan IJTI dalam mewujudkan pembangunan di berbagai sektor,” tutur Asep.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada IJTI Galuh Raya yang selama ini menjadi mitra daerah dalam penyebaran informasi, serta berharap koordinasi dan kerja sama dapat ditingkatkan di masa mendatang.
Dalam konteks demokrasi modern, sinergi antara pemerintah dan media menjadi kebutuhan mendasar. Media berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi yang menjalankan kontrol sosial, menyampaikan aspirasi publik, serta mengawasi jalannya pemerintahan. Di sisi lain, pemerintah membutuhkan media untuk menyebarluaskan program, kebijakan, dan capaian pembangunan agar dapat diterima, dipahami, dan didukung masyarakat.***






