CIAMIS, Pewarta.id – Manajemen pusat PSGC Ciamis menolak pengunduran diri Herdiat Sunarya dari posisi Chief Executive Officer (CEO) klub berjuluk Laskar Singacala. Penolakan tersebut disampaikan setelah Herdiat mengutarakan keinginannya mundur akibat kekecewaan terhadap performa tim yang terus mengalami penurunan.
Keputusan untuk mundur itu sebelumnya disampaikan Herdiat kepada manajemen pusat setelah PSGC Ciamis menelan kekalahan telak 0-6 dari PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Dalam konferensi pers di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (5/11/2026), Herdiat mengungkapkan bahwa dirinya langsung berkomunikasi dengan manajemen pusat seusai pertandingan. Ia menyampaikan kekecewaannya sekaligus meminta adanya perbaikan menyeluruh terhadap kondisi tim.
Namun, respons manajemen pusat yang diterima pada Kamis pagi justru meminta dirinya tetap bertahan dan tidak meninggalkan kepengurusan PSGC.
“Yang pertama, Pak Herdiat tidak boleh mundur. Ayo kita sama-sama bekerja keras membangun PSGC agar lebih baik dan lebih berkembang lagi, terutama mental para pemain,” ungkap Herdiat menyampaikan pesan dari manajemen pusat.
Herdiat mengaku, keputusan untuk menyatakan mundur dilatarbelakangi kekecewaan mendalam melihat perkembangan permainan PSGC dalam beberapa pertandingan terakhir.
Menurutnya, sejak empat hingga lima pertandingan terakhir, performa tim menunjukkan tren penurunan. Bahkan, hingga pertandingan kedelapan, belum terlihat peningkatan permainan yang sesuai dengan harapan manajemen.
Ia menegaskan, kekalahan bukan persoalan utama yang membuatnya kecewa. Namun, pola permainan, kedisiplinan, serta mental bertanding para pemain dinilai belum menunjukkan kualitas yang diharapkan.
Kondisi tersebut semakin memuncak saat PSGC menghadapi PSS Sleman. Bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pemain mendapat kartu merah, PSGC justru dinilai kehilangan keseimbangan permainan, terutama dalam mengantisipasi serangan lawan.
Herdiat menilai, sebagai bagian dari manajemen, dirinya tidak bisa menerima kondisi tim yang terus mengalami kemunduran tanpa adanya perubahan signifikan.
Meski demikian, dengan adanya penolakan dari manajemen pusat, Herdiat menyatakan akan tetap menjalankan tanggung jawabnya dan bersama-sama melakukan pembenahan PSGC.
Ia juga memastikan tuntutan para suporter agar dilakukan evaluasi menyeluruh telah disampaikan kepada manajemen pusat dan mendapat respons positif.
Sejumlah kelompok suporter, di antaranya Balad Galuh, Galuh Kurvasud, dan Viking Galuh, sebelumnya turut menyuarakan perlunya evaluasi terhadap seluruh elemen tim.
Selain persoalan kepemimpinan, pembenahan juga mulai dilakukan pada jajaran kepelatihan. Dua pelatih PSGC, Eka dan Boy Jati Asmara, telah menyatakan mengundurkan diri dan keputusan tersebut telah disetujui manajemen pusat.
Sementara itu, para pemain masih diberikan kesempatan selama enam pekan untuk membuktikan kemampuan terbaiknya sebelum bursa transfer putaran kedua dibuka pada 2 Januari 2027.
Manajemen juga menyiapkan penambahan lima pemain baru, baik pemain asing maupun lokal, guna memperkuat komposisi skuad.
Herdiat berharap, keputusan manajemen pusat untuk mempertahankan dirinya menjadi momentum memperbaiki kondisi PSGC secara menyeluruh, mulai dari mental pemain, kualitas permainan, hingga kekuatan tim.
Pembenahan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan suporter sekaligus membawa Laskar Singacala tampil lebih kompetitif pada putaran kedua kompetisi.***






