CIAMIS, pewarta.id – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengakibatkan sebuah rumah warga di Desa Pamarican ambruk total, Jumat (30/10/2026). Peristiwa ini menambah keprihatinan terhadap ancaman bencana di tengah cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Rumah yang ambruk tersebut diketahui milik Kania Kristianti dan Abas Setiawan. Bangunan yang sebelumnya sudah dalam kondisi rapuh itu tidak mampu bertahan setelah wilayah Pamarican diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.
Petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, Baehaki Efendi, mengatakan hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak Jumat dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Kondisi cuaca tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memicu ambruknya bangunan. Curah hujan tinggi, ditambah kondisi rumah yang sudah rapuh, membuat struktur bangunan tidak mampu menopang beban atap hingga akhirnya roboh secara keseluruhan.
“Bangunan rumah sudah dalam kondisi rapuh. Hujan deras dengan intensitas tinggi diduga memperburuk kondisi bangunan hingga akhirnya ambruk total,” demikian keterangan mengenai kejadian tersebut yang disampaikan petugas Tagana Kabupaten Ciamis, Baehaki Efendi.
Rumah tersebut diketahui dihuni oleh dua kepala keluarga (KK). Saat peristiwa terjadi, pemilik rumah berada di dalam bangunan, tepatnya di ruang depan.
Peristiwa ambruknya rumah diketahui pada saat pelaksanaan salat Jumat. Meski bangunan mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat digunakan kembali, beruntung tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Namun, kerusakan bangunan membuat kedua keluarga kehilangan tempat tinggal yang layak untuk sementara waktu. Demi menghindari risiko yang lebih besar, mereka memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan penghuni, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya ambruk susulan pada bagian bangunan yang masih tersisa.
Cuaca Ekstrem Jadi Peringatan bagi Warga
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hujan deras dan angin kencang tidak hanya berpotensi menimbulkan genangan maupun pohon tumbang, tetapi juga dapat memicu kerusakan bangunan, terutama rumah dengan konstruksi yang sudah rapuh.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem melanda. Warga yang mendapati keretakan dinding, kondisi atap yang tidak stabil, atau tanda-tanda kerusakan struktural lainnya perlu segera mengambil langkah pengamanan dan menghindari bagian bangunan yang berisiko ambruk.
Keselamatan penghuni harus menjadi prioritas utama. Apabila kondisi rumah dinilai membahayakan, warga sebaiknya segera mencari tempat yang lebih aman dan berkoordinasi dengan aparat desa maupun petugas kebencanaan setempat.
Kejadian di Desa Pamarican ini juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya bagi keluarga yang tinggal di bangunan dengan kondisi kurang layak. Kewaspadaan sejak dini diperlukan agar potensi bahaya dapat diantisipasi sebelum menimbulkan korban.
Di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi, kepedulian terhadap sesama dan respons cepat terhadap situasi darurat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana.
Bagi dua keluarga terdampak di Pamarican, ambruknya rumah bukan sekadar kerusakan bangunan, tetapi juga persoalan kehilangan tempat tinggal yang membutuhkan perhatian. Dukungan dari lingkungan sekitar dan pihak terkait diharapkan dapat membantu mereka melewati situasi sulit tersebut.(Asep Restu)






