Kamis, 5 November 2026
Ciamis

CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya Sempat Nyatakan Mundur, Manajemen Pusat Minta Tetap Bertahan

Image of 20261105 114416

CIAMIS, Pewarta.id – Kekecewaan mendalam terhadap performa PSGC Ciamis yang terus mengalami penurunan membuat CEO PSGC, Herdiat Sunarya, sempat menyatakan pengunduran diri dari kepengurusan klub berjuluk Laskar Singacala tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Herdiat dalam konferensi pers  menyusul kekalahan telak PSGC Ciamis dengan skor 6-0 saat menghadapi PSS Sleman. di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (5/11/2026).

Herdiat mengaku tidak tega melihat penampilan tim yang dinilainya semakin jauh dari harapan. Terlebih, PSGC telah melewati sejumlah pertandingan dengan tren performa yang terus menurun, tanpa menunjukkan perkembangan signifikan.

“Dengan emosional yang tinggi, saya menyatakan mundur. Saya saking tidak tega melihat permainan tim yang jauh berbeda,” ungkap Herdiat.

Menurutnya, persoalan PSGC bukan semata-mata karena kekalahan. Ia menilai permainan para pemain tidak menunjukkan pola yang jelas, terutama dalam menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Herdiat mencontohkan pertandingan melawan PSS Sleman. Meski PSGC harus bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pemain mendapat kartu merah dan tertinggal dua gol pada babak pertama, tim dinilai tetap terlalu fokus menyerang tanpa memperhatikan pertahanan.

Akibatnya, lini belakang PSGC kehilangan keseimbangan dan memberikan ruang bagi lawan untuk terus melancarkan serangan.

“Saya bukan tidak siap menerima kekalahan. Tetapi para pemain seolah-olah bermain tidak dengan hati. Kelihatan mainnya tanpa pola,” tegasnya.

Herdiat bahkan membandingkan performa PSGC saat bermain di Liga 2 musim ini dengan penampilan ketika masih berlaga di Liga 3 musim sebelumnya.

Ia menilai, permainan PSGC pada musim lalu justru lebih baik dibandingkan kondisi tim saat ini. Sejak pertandingan pertama hingga laga kedelapan, menurutnya, belum terlihat peningkatan performa yang berarti.

Manajemen Pusat Tolak Pengunduran Diri CEO

Herdiat menjelaskan, setelah menyampaikan keinginan mundur seusai pertandingan di Sleman, dirinya langsung berkomunikasi dengan manajemen pusat PSGC.

Namun, pada Kamis pagi, 5 November 2026, manajemen pusat memberikan respons yang meminta dirinya tetap bertahan dan bersama-sama melakukan pembenahan terhadap tim.

“Yang pertama, Pak Herdiat tidak boleh mundur. Ayo kita sama-sama bekerja keras membangun PSGC agar lebih baik dan lebih berkembang lagi, terutama mental para pemain,” kata Herdiat menyampaikan respons manajemen pusat.

Dengan demikian, pengunduran diri Herdiat belum terealisasi. Ia menyatakan akan tetap menjalankan tanggung jawabnya seiring komitmen manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Pelatih Eka dan Boy Jati Asmara Resmi Mundur

Di tengah evaluasi besar-besaran, Herdiat juga mengungkapkan bahwa jajaran pelatih PSGC, yakni Eka dan Boy Jati Asmara, telah mengajukan pengunduran diri.

Keputusan tersebut telah mendapat persetujuan dari manajemen pusat, termasuk manajemen Persib yang menaungi pengelolaan PSGC.

Herdiat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, perjuangan, serta kerja keras keduanya selama mendampingi PSGC dalam kurun waktu empat hingga lima bulan terakhir.

“Kami sangat menghormati dedikasi, perjuangan, dan kerja kerasnya. Pak Eka dan Pak Boy mempunyai niat yang sama, ingin setiap pertandingan selalu menang. Tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan harapan kita,” ujarnya.

Pengunduran diri kedua pelatih tersebut menjadi bagian dari langkah evaluasi yang sebelumnya juga didorong oleh para suporter, termasuk Balad Galuh, Galuh Kurvasud, dan Viking Galuh.

Pemain Diberi Enam Pekan untuk Membuktikan Kemampuan

Sementara itu, evaluasi terhadap pemain PSGC masih akan dilakukan. Manajemen memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya selama enam pekan ke depan, hingga dibukanya bursa transfer pada 2 Januari 2027.

Herdiat mengatakan, performa pemain akan dipantau secara objektif melalui penggunaan teknologi Electronic Performance Tracking System (EPTS).

Sistem tersebut menggunakan perangkat sensor berbasis GPS yang dikenakan pemain untuk merekam berbagai indikator fisik, mulai dari jarak tempuh, kecepatan maksimal, jumlah sprint, detak jantung, hingga pergerakan pemain di lapangan.

Menurut Herdiat, penggunaan teknologi tersebut menjadi instrumen penting untuk mengukur kondisi fisik dan kinerja pemain secara lebih akurat.

“Jadi tidak bisa dibohongi. Fisiknya sudah lemah, kondisinya sudah tidak bagus, malas-malasan, tidak mau sprint atau hanya jalan, semuanya ketahuan karena ada rekamannya,” jelasnya.

Manajemen juga telah merencanakan penambahan kekuatan tim dengan mendatangkan lima pemain baru, baik pemain asing maupun lokal, pada bursa transfer putaran kedua.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperbaiki performa PSGC sekaligus menjawab tuntutan suporter dan pecinta sepak bola Kabupaten Ciamis.

Pembenahan PSGC Menjadi Prioritas

Herdiat menegaskan, seluruh tuntutan terkait perbaikan tim telah disampaikan kepada manajemen pusat dan mendapatkan respons positif.

Ia berharap, melalui evaluasi menyeluruh, perubahan komposisi pemain, serta pembenahan mental dan strategi permainan, PSGC dapat tampil lebih kompetitif pada putaran kedua kompetisi.

“Intinya, tuntutan para suporter dan pecinta sepak bola di Kabupaten Ciamis sudah tersampaikan dan mendapatkan respons positif. Mudah-mudahan nanti pada putaran kedua, setelah transfer window berjalan, kita bisa melakukan bongkar pasang pemain,” pungkasnya.

Pembenahan PSGC kini menjadi pekerjaan mendesak bagi manajemen, terutama untuk mengembalikan kepercayaan suporter serta memastikan Laskar Singacala mampu bangkit dari tren negatif yang tengah dihadapi.***

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Memuat berita selanjutnya…