Instruksi Tegas Bupati Wujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Transisi Organik Secara Bertahap dan Terukur

Image of Whatsapp image 2026 04 09 at 13.13.35
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menginstruksikan transisi pertanian organik saat meresmikan Gerakan Tanam Padi Organik bersama Kelompok Tani Parikesit di Kecamatan Pamarican, Kamis (9/4/2026).

CIAMIS, Pewarta.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis mengambil langkah strategis dan berani dalam merombak tatananIagrikultur daerah demi masa depan yang lebih berkelanjutan. Pada hari Kamis, 9 April 2026, sebuah momentum krusial tercatat dalam sejarah pertanian lokal ketika Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, secara resmi dan tegas menginstruksikan dimulainya Gerakan Tanam Padi Organik Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026.

Deklarasi revolusioner ini mengambil tempat di pusat inovasi pertanian lokal, yakni area garapan Kelompok Tani Parikesit di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican. Acara peresmian ini dikawal langsung oleh jajaran elit daerah. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ciamis, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, hingga barisan camat dari seluruh penjuru Kabupaten Ciamis. Konsolidasi para pemangku kepentingan ini merepresentasikan sebuah komitmen institusional yang solid untuk mendobrak kebiasaan lama dan mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih sehat.

Momentum Perubahan Berawal dari Kelompok Tani Unggulan Pemilihan Kelompok Tani Parikesit sebagai lokasi peresmian merupakan sebuah pengakuan atas prestasi dan dedikasi. Kelompok tani ini telah menjelma menjadi salah satu klaster agrikultur unggulan dan tulang punggung inovasi di wilayah Kabupaten Ciamis. Reputasi mereka telah menggema di tingkat nasional setelah sukses merebut gelar Juara 2 pada ajang bergengsi Bank Indonesia Award tahun 2025 untuk kategori Championship Klaster Pangan di sektor tanaman pangan. Prestasi gemilang tersebut merupakan bukti empiris bahwa pengelolaan klaster pangan yang dijalankan dengan prinsip inovasi dan daya saing tinggi mampu membuahkan hasil maksimal. Kelompok Tani Parikesit kini diposisikan sebagai ujung tombak sekaligus laboratorium hidup bagi para petani lain di Ciamis untuk mereplikasi kesuksesan yang sama.

Baca Juga :  Bupati Herdiat. BAZNAS Jaga Kepercayaan Masyarakat

Ancaman Tanah Kritis dan Penyelamatan Kesehatan Masyarakat Dalam orasi arahannya, Bupati Herdiat memberikan penekanan yang sangat tegas mengenai urgensi mutlak untuk segera meninggalkan ketergantungan pada pupuk kimia sintetis. Instruksi ini didasarkan pada temuan empiris yang mengkhawatirkan. Evaluasi kondisi unsur hara tanah di berbagai sentra pertanian Ciamis menunjukkan tingkat kontaminasi residu kimia yang sudah berpotensi merusak kualitas nutrisi hasil panen.

Beliau menegaskan bahwa visi pertanian organik adalah harga mati untuk masa depan. Tanah garapan yang sudah terlalu lama terpapar bahan kimia sintetis pada gilirannya menyebabkan produk pangan ikut terkontaminasi zat-zat yang tidak sehat. Oleh karena itu, transisi menuju metode organik adalah sebuah langkah penyelamatan yang didedikasikan sepenuhnya demi menjamin derajat kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. Meskipun urgensinya tinggi, Bupati menyadari bahwa perubahan kultur agraris tidak boleh dipaksakan secara instan. Transformasi harus dieksekusi secara sistematis, terukur, dan bertahap. Bukti nyata di lapangan berupa keberhasilan panen dari sistem organik akan menjadi alat persuasi paling ampuh untuk memicu efek domino bagi kelompok tani lainnya.

Image of Whatsapp image 2026 04 09 at 13.13.33

Rasionalisasi Ekonomi: Untung Melimpah di Balik Pertanian Organik Lebih dari sekadar isu kesehatan dan ekologi, instruksi peralihan ini juga dilandasi oleh rasionalisasi ekonomi yang sangat menjanjikan bagi peningkatan taraf hidup petani. Bupati memaparkan kalkulasi bahwa biaya produksi pertanian organik secara signifikan lebih efisien dibandingkan keharusan membeli pupuk kimia. Di sisi lain, produktivitas panen tetap memuaskan, mampu menembus angka 8 hingga 9 ton per hektare.

Baca Juga :  Bupati Ciamis Lantik PPPK dan CPNS di Gedung Islamic Center

Nilai ekonomi beras organik di pasar premium juga jauh melampaui beras konvensional dengan prospek ekspansi pasar yang sangat luas. Permintaan pasar terhadap komoditas beras organik asal Ciamis tidak hanya bergairah di pasar domestik, tetapi telah membidik minat pasar internasional, termasuk negara-negara maju seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura.

Dukungan Penuh Pemerintah dan Strategi Mitigasi Iklim Sebagai bentuk garansi dari pemerintah daerah, Bupati menegaskan bahwa para petani tidak akan dibiarkan berjuang sendirian. Pemerintah Kabupaten Ciamis berkomitmen untuk menggelontorkan intervensi dukungan secara komprehensif, mulai dari penyediaan bibit unggul hingga suplai pupuk di tahap awal. Sebuah instruksi taktis juga diturunkan langsung kepada seluruh kepala pemerintahan tingkat desa agar memobilisasi aset lahan desa, khususnya tanah bengkok, untuk dialihfungsikan menjadi lahan percontohan (demonstration plot) pertanian organik.

Di tengah optimisme tersebut, peringatan tingkat tinggi juga digaungkan terkait ancaman anomali cuaca. Petani diinstruksikan untuk menyusun strategi mitigasi dalam menghadapi proyeksi kemarau panjang akibat fenomena iklim El Niño pada pertengahan tahun ini. Manajemen pola tanam harus diperhitungkan dengan presisi agar produktivitas tetap optimal. Sebagai penutup dan pelengkap kedaulatan pangan, masyarakat Ciamis diimbau untuk mengurangi ketergantungan absolut pada beras dan mulai membiasakan konsumsi sumber pangan alternatif yang kaya nutrisi, seperti aneka umbi-umbian lokal. Melalui sinergi gerakan holistik ini, Kabupaten Ciamis memancang asa untuk mencetak ekosistem agrikultur yang hijau, sehat, dan menyejahterakan.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *