Perguruan Silat Nurfatawa Baitussubhan dan PSHT Gelar Latihan Bersama di Padepokan Cigamping

Image of Perguruan silat nurfatawa baitussubhan dan psht gelar latihan bersama di padepokan cigamping
Pengurus dan anggota Perguruan Seni Beladiri Nurfatawa Baitussubhan bersama Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) saat menggelar latihan bersama di halaman Padepokan Nurfatawa Baitussubhan, Dusun Cigamping, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jumat (16/05/2026).

CIAMIS, Pewarta.id – Suasana semangat dan kebersamaan tampak jelas di halaman Padepokan Nurfatawa Baitussubhan, Dusun Cigamping, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Jumat malam, 16 Mei 2026. Malam itu, Perguruan Seni Beladiri Nurfatawa Baitussubhan menggelar latihan bersama dengan Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) sebagai wujud nyata kolaborasi antar perguruan pencak silat dalam menjaga tradisi dan mempererat tali silaturahmi.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 21.00 WIB ini dihadiri oleh pengurus, pelatih, serta putra-putri dari kedua perguruan. Antusiasme peserta begitu terasa, terlebih momen latihan bersama ini menjadi ajang untuk saling berbagi ilmu, teknik, dan pengalaman dalam dunia pencak silat yang kaya akan nilai budaya leluhur.

Jaga Fisik dan Pererat Silaturahmi

Riki Wijayanto, selaku pengurus sekaligus pelatih dari Perguruan Nurfatawa Baitussubhan, mengungkapkan bahwa latihan bersama ini memiliki tujuan yang lebih dari sekadar mengasah kemampuan teknis beladiri.

“Tujuan latihan bersama ini untuk menjaga kesehatan fisik, dan mempererat solidaritas dan silaturahmi. Saya bersama perguruan pencak silat PSHT sering berkolaborasi dan tampil latihan bersama, bukan hanya dalam kegiatan event kejuaraan saja, khususnya dalam melatih para siswa-siswi Sekolah Dasar yang akan mengikuti lomba pencak silat dalam tingkat kecamatan maupun kabupaten,” tuturnya.

Riki menekankan bahwa hubungan antara Nurfatawa Baitussubhan dan PSHT bukan sekadar hubungan antar lembaga beladiri yang sesekali bertemu dalam kompetisi. Keduanya telah membangun tradisi kolaborasi yang konsisten, terutama dalam membimbing generasi muda, khususnya pelajar tingkat Sekolah Dasar, agar mampu berprestasi di kejuaraan pencak silat mulai dari level kecamatan hingga kabupaten.

Baca Juga :  Pemkab Ciamis Perkuat Kolaborasi Cegah Perkawinan Anak dengan Program Stop Panjabar

Harapan Menuju Kolaborasi yang Lebih Luas

Lebih jauh, Riki menyampaikan harapan besarnya agar kegiatan semacam ini tidak berhenti hanya pada dua perguruan saja. Ia bercita-cita latihan bersama kelak bisa mencakup seluruh padepokan pencak silat yang ada di wilayah Kecamatan Pamarican.

“Ke depannya kita bisa mengadakan acara atau latihan bersama dengan seluruh padepokan pencak silat yang ada di wilayah Kecamatan Pamarican, untuk bisa mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan dalam melestarikan kebudayaan, khususnya pencak silat di wilayah Kecamatan Pamarican, umumnya Kabupaten Ciamis,” tutupnya penuh semangat.

Gagasan tersebut disambut positif oleh berbagai pihak yang hadir, mengingat pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya yang perlu terus dijaga keberlangsungannya dari generasi ke generasi.

PSHT Rayakan Prestasi Sebelum Latihan Bersama

Di tempat yang sama, Aep, perwakilan dari pengurus PSHT, mengungkapkan bahwa rencana latihan bersama dengan Perguruan Nurfatawa Baitussubhan sudah dipikirkan beberapa hari sebelumnya. Pertemuan malam itu pun menjadi momen istimewa setelah PSHT melewati periode kesibukan panjang mengikuti rangkaian kejuaraan.

Baca Juga :  Menapaki Usia 37 Tahun, Perumdam Tirta Galuh Ciamis Perkuat Inovasi dan Pelayanan

“Alhamdulillah, setelah beberapa minggu kita sibuk mengikuti latihan dan kejuaraan di tingkat kecamatan hingga kabupaten, dan Alhamdulillah kita mendapatkan juara, baru hari ini kita bisa latihan bersama Perguruan Nurfatawa Baitussubhan,” ucapnya dengan rasa syukur.

Prestasi yang diraih PSHT di berbagai tingkat kejuaraan sebelumnya tentu menambah semangat para anggota dalam malam latihan bersama tersebut. Keberhasilan di kompetisi menjadi bukti bahwa pembinaan yang selama ini dilakukan telah membuahkan hasil yang membanggakan.

Pelestarian Budaya Melalui Pencak Silat

Kegiatan latihan bersama antara Nurfatawa Baitussubhan dan PSHT ini menjadi potret nyata bagaimana perguruan-perguruan pencak silat di Kecamatan Pamarican tidak hanya berorientasi pada prestasi kompetisi semata, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal.

Pencak silat sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO pada tahun 2019 memang semestinya terus dijaga dengan cara-cara seperti ini — membangun jaringan antar perguruan, melatih generasi muda, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap seni beladiri asli Nusantara.

Dengan semangat yang ditunjukkan oleh kedua perguruan ini, harapan untuk mewujudkan forum latihan bersama yang lebih besar di Kecamatan Pamarican tampaknya bukanlah sekadar angan-angan belaka.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *