CIAMIS, pewarta.id – Derasnya arus informasi digital menuntut masyarakat mampu membedakan fakta dan hoaks. Menjawab tantangan tersebut, FISIP Universitas Galuh (Unigal) Ciamis menggandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya untuk memperkuat kompetensi jurnalistik dan literasi media mahasiswa.
Kolaborasi ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) di Kampus FISIP Unigal Ciamis, Rabu (28/10/2026).
Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi serta pengembangan kompetensi komunikasi publik, jurnalistik, dan literasi media. Mahasiswa diharapkan mampu memahami proses produksi berita, memverifikasi informasi, serta memanfaatkan media digital secara kritis dan bertanggung jawab.

Dekan FISIP Unigal Ciamis, Dr. Hj. Kiki Endah, mengatakan kolaborasi dengan organisasi profesi jurnalis menjadi langkah strategis untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan praktik di lapangan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital menuntut mahasiswa memiliki kemampuan komunikasi publik, pengelolaan media sosial, dan manajemen informasi organisasi.
“Kolaborasi pentahelix sangat penting bagi perguruan tinggi. Semua pihak harus bersinergi, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah, media, hingga masyarakat, untuk bersama-sama membangun Ciamis yang lebih maju,” ujar Kiki.
Ia menambahkan, kerja sama dengan IJTI Galuh Raya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam jurnalistik, pengelolaan media sosial, serta penyampaian informasi yang efektif dan bertanggung jawab.
Antusiasme mahasiswa dalam mengikuti pelatihan menjadi modal untuk mengembangkan kompetensi tersebut. FISIP Unigal juga memiliki divisi Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai ruang praktik.
“Mudah-mudahan melalui pelatihan ini, mahasiswa semakin bersemangat dan bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan organisasi maupun kampus,” katanya.
Sementara itu, Ketua IJTI Korda Galuh Raya, Yosep Trisna, menegaskan bahwa disrupsi informasi menjadi tantangan serius di era digital. Kemudahan setiap orang memproduksi dan menyebarkan konten harus diimbangi dengan pemahaman mengenai verifikasi fakta dan etika penyampaian informasi.
“Kami dari IJTI Galuh Raya menyambut baik dan mengapresiasi FISIP Unigal yang telah menggandeng kami dalam kolaborasi ini. Ke depan, kami ingin memberikan edukasi dan wawasan mengenai jurnalistik televisi kepada mahasiswa,” ujar Yosep.
Menurut Yosep, literasi media penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau menyesatkan. Mahasiswa juga perlu memahami bahwa konten yang menarik harus tetap mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab.
Melalui kerja sama ini, IJTI Galuh Raya berkomitmen mendorong mahasiswa menghasilkan konten yang edukatif dan informatif sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi digital.
“Harapannya, mahasiswa bisa membuat konten yang edukatif dan informatif. Konten tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan FISIP Unigal dan, dalam lingkup yang lebih luas, mendukung pembangunan Kabupaten Ciamis,” katanya.
Kolaborasi FISIP Unigal dan IJTI Galuh Raya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut melalui program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah disrupsi informasi, penguatan literasi media menjadi langkah penting untuk membangun generasi yang kritis, mampu memverifikasi fakta, dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi.***






