Hujan Angin Dini Hari Rusak Fasilitas Watersport dan Ratusan Perahu Nelayan di Pantai Timur Pangandaran

Image of Screenshot 20250521 141749 video player

Pangandaran, pewarta.id  – Cuara Extrem hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Pangandaran pada Rabu (21/5) dini hari menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas watersport dan perahu nelayan di kawasan Pantai Timur Pangandaran.

 

Hujan lebat yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu mengakibatkan beberapa pohon tumbang serta perahu-perahu yang berada di bibir pantai maupun yang masih berada di laut hancur diterjang gelombang besar.

Pemilik Wahana Waterspot Agus Gendon, di kawasan Pantai Timur mengungkapkan, angin kencang dan hujan deras datang tiba-tiba dan ia tidak menyangka dampaknya akan sebesar ini.

 

“Jembatan Bambu atau Bag-bagan bambu  yang biasa digunakan untuk menaikkan pengunjung ke banana boat hancur diterjang ombak. Beberapa mesin dan speed boat juga tenggelam,” ujarnya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Terjang Tasikmalaya, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh di Sukamanah

 

Menurut Agus,  memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp150 juta. “Kerugian terbesar dari mesin dan speed boat yang tenggelam, nilainya sekitar Rp100 juta, ditambah bag-bagan bambu yang rusak sekitar Rp50 juta,” jelasnya.

 

Tak hanya fasilitas wisata kejadian itu, namun juga berdampak pada ratusan perahu milik nelayan setempat juga rusak parah atau tenggelam akibat ombak besar.

 

Tata Herdiana, seorang nelayan Pantai Timur Pangandaran, mengatakan peristiwa tersebut merupakan yang terparah dalam beberapa bulan terakhir. “Angin dan ombak besar sejak pukul tiga dini hari membuat banyak perahu tenggelam. Kami sempat panik, tapi kemudian bergotong royong untuk menyelamatkan perahu-perahu yang masih bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran! Ajang Tinju Terbesar Siap Lahirkan Petarung Muda

 

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Pangandaran, Supiatno mengatakan cuaca extreme berdasarkan informasi BMKG akan berlangsung selama 2 sampai tiga hari ke depan, yaitu hujan dengan intensitas tinggi disertai hujan.

 

“Kepada Nelayan selalu waspada terhadap cuaca, terutama terhadap peralatan yang berada di perairan untuk mengamankan,” ujar Supiatno.

 

Para nelayan kini tengah berupaya mengevakuasi perahu yang masih utuh ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kerusakan lanjutan, sembari menunggu cuaca kembali normal.

 

Berharap perhatian dari Pemerintah setempat untuk peralatan yang rusak akibat cuaca buruk seperti jaring dan perahu yang hancur.(min).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *