TASIKMALAYA, pewarta.id — Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Tasikmalaya pada Rabu siang (5/11/2025) mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di kawasan Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu menimbulkan kepanikan warga dan membuat arus lalu lintas di jalur nasional Tasikmalaya–Ciamis macet total selama beberapa jam.
Sedikitnya empat pohon besar dilaporkan roboh melintang di Jalan Moh. Hatta, menimpa kabel listrik dan kabel telepon. Selain itu, dua kendaraan roda empat sempat terjebak di antara batang pohon dan kabel yang menjuntai ke permukaan jalan. Meski sempat menegangkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Harisman, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung mengerahkan tim ke lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan dari warga bahwa ada pohon tumbang menutup jalur nasional. Setelah dicek, ternyata ada empat titik tumbangan yang cukup besar. Kami langsung turunkan dua regu untuk melakukan pemotongan dan evakuasi,” kata Harisman saat ditemui di lokasi.
Ia menuturkan, selain pohon tumbang, sejumlah tiang listrik, tiang penerangan jalan umum (PJU), dan jaringan telepon juga rusak akibat tertimpa batang pohon. “Satu tiang listrik patah, beberapa tiang PJU ikut roboh, dan kabel utilitas putus. Tim dari PLN dan Telkom sudah datang untuk penanganan,” tambahnya.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, PLN, Telkom, dan warga sekitar bekerja bahu-membahu mengevakuasi batang pohon menggunakan alat berat dan gergaji mesin. Proses evakuasi berjalan hati-hati karena sebagian kabel listrik masih aktif dan membahayakan.
“Kami prioritaskan pembukaan akses jalan lebih dulu karena jalur ini vital, penghubung antara Tasikmalaya dan Ciamis. Setelah itu baru kami lanjutkan ke titik lain seperti wilayah Nagarasari yang juga terdampak,” jelas Harisman.
Dampak dari kejadian ini menyebabkan lalu lintas di sepanjang Jalan Moh. Hatta lumpuh hingga lebih dari satu jam. Kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju Ciamis dialihkan melalui jalur alternatif Kalangsari–Bantar untuk menghindari kemacetan.
Harisman mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kemungkinan rumah warga yang terdampak. “Dari laporan awal belum ada korban maupun rumah rusak berat, tapi kami terus koordinasi dengan posko untuk memastikan data di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, ini merupakan kejadian angin kencang pertama dengan dampak cukup besar di jalur Sukamanah–Cipedes. Sebelumnya, kawasan tersebut lebih sering dilanda genangan air saat hujan deras.
“Biasanya yang kita tangani di jalur ini itu banjir atau genangan, bukan angin. Jadi kejadian kali ini tergolong baru dan cukup signifikan,” katanya.
Hingga menjelang sore, petugas masih berjibaku membersihkan sisa ranting dan batang pohon. Sekitar pukul 18.30 WIB, jalur utama akhirnya bisa kembali dilalui setelah pembersihan selesai dan jaringan listrik dinyatakan aman.
Tim URC BPBD juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pepohonan, papan reklame, maupun tiang listrik saat hujan deras dan angin kencang.
“Kita terus koordinasi dengan BMKG. Kalau cuaca ekstrem masih berlanjut, masyarakat harus lebih waspada. Jangan berteduh di tempat berisiko dan segera cari lokasi aman,” imbau Harisman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah perkotaan. Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama BPBD berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dengan patroli rutin dan pemangkasan pohon rawan tumbang di sepanjang jalur vital kota.











