TASIKMALAYA, pewarta.id – Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia akan terasa istimewa di Kota Tasikmalaya. Sebuah upacara bendera sekaligus pembentangan Bendera Merah Putih berukuran raksasa akan digelar di Jembatan Gantung Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, yang berada di perbatasan Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.
Ketua Panitia, Fajar Utama, mengatakan kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu, 17 Agustus 2025 mulai pukul 07.30 WIB. Ia mengimbau peserta hadir 15 menit lebih awal untuk mengikuti prosesi dengan khidmat. “Upacara ini bukan sekadar seremonial, tapi simbol persatuan dan rasa syukur atas kemerdekaan yang kita nikmati. Kami ingin momen ini berkesan dan membangkitkan semangat nasionalisme,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Acara akan diawali dengan pembentangan Bendera Merah Putih raksasa di atas jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Citanduy. Lokasi ini dipilih karena memiliki nilai strategis sekaligus keindahan alam yang menjadi latar belakang dramatis untuk momen sakral tersebut.
Selain pembentangan bendera, susunan acara mencakup pembacaan teks Proklamasi, ngaliwet dan botram bersama, berbagai perlombaan tradisional, serta kegiatan bersih-bersih Sungai Citanduy yang melibatkan komunitas pegiat lingkungan dan masyarakat sekitar.
Menurut Fajar, penambahan agenda bersih-bersih sungai ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus ajakan untuk menjaga salah satu sumber daya alam penting di wilayah Tasikmalaya–Ciamis. “Merayakan kemerdekaan tidak hanya dengan upacara, tapi juga aksi nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang,” jelasnya.
Fajar menambahkan, seluruh peserta diminta mengenakan kemeja putih dengan bawahan hitam sesuai ketentuan panitia. “Kami ingin suasana upacara tetap rapi, tertib, dan khidmat. Walaupun di alam terbuka, nilai-nilai penghormatan terhadap bendera dan proklamasi harus dijaga,” tegasnya.
Kegiatan ini terbuka untuk warga, komunitas pegiat lingkungan, dan masyarakat luas, termasuk warganet yang ingin berpartisipasi langsung. Panitia juga menyiapkan replika delapan Presiden Republik Indonesia untuk memeriahkan suasana.
Menurut rencana, jembatan gantung yang menjadi ikon kawasan Sukamenak–Wanasigra ini akan dipenuhi warna merah dan putih dari bendera yang membentang megah di atas aliran Sungai Citanduy. Spot tersebut juga diperkirakan menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk mengabadikan momen bersejarah ini.
Fajar berharap, kegiatan ini bukan hanya menjadi tontonan tetapi juga momen refleksi bagi masyarakat. “Kemerdekaan adalah amanah yang harus kita isi dengan kerja nyata dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak semua pihak mengingat kembali perjuangan para pahlawan,” katanya.
Panitia menyediakan titik kumpul dan akses menuju lokasi, dengan peta lokasi yang dapat diakses melalui tautan Google Maps: klik di sini.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, konfirmasi kehadiran dapat dilakukan melalui nomor +62 852-2340-4141. “Mari kita jaga khidmatnya upacara kemerdekaan ini, dan tunjukkan rasa cinta tanah air dengan hadir dan ikut serta,” pungkas Fajar.(*)





