Jumat, 16 Oktober 2026
Priangan Timur

Minim Transparansi, Nelayan Pangandaran Pertanyakan Penanganan Tumpahan Batu Bara

Image of Img 20260807 wa0018

Pangandaran, pewarta.id – Dua bulan pasca‑kandasnya tongkang Nautica 22 yang menumpahkan 8,1 ton batu bara di perairan Cibenda, Kecamatan Parigi, nelayan masih mengeluhkan minimnya informasi resmi terkait penanganan dampak pencemaran.

 

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran menilai jalur komunikasi antar‑pihak belum berjalan baik. Ketua HNSI Jeje Wiradinata menyebut pihaknya bahkan harus melayangkan surat kepada Bupati Pangandaran agar rapat koordinasi (rakor) digelar.

 

“Kami meminta ada pejabat senior yang ditunjuk khusus untuk mengoordinasikan komunikasi. Nelayan butuh kepastian, bukan sekadar janji,” kata Jeje, Kamis (6/8/2026).

 

Fokus pada Dampak Ekologis

Dalam rakor yang berlangsung tertutup di Pendopo Bupati, isu utama yang dibahas adalah ancaman ekologis. Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat menunjukkan sedimen dasar laut mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti arsenik dan merkuri dalam kadar tinggi.

 

Meski kualitas air permukaan masih dalam ambang batas, Jeje mengingatkan batu bara yang mengendap di laut dapat mengalami proses kimiawi sehingga tetap berpotensi merusak ekosistem. “Sebagai nelayan, kami punya kewajiban moral menjaga laut agar tetap lestari,” ujarnya.

 

Pemerintah Daerah Minta Keterbukaan

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menekankan perlunya keterbukaan informasi dari perusahaan dan pihak asuransi. Ia menilai aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu dipicu kurangnya komunikasi.

 

“Saya meminta perusahaan dan asuransi menyampaikan perkembangan evakuasi tongkang maupun pembersihan batu bara secara berkala agar tidak menimbulkan simpang siur,” tegasnya.

 

Citra menambahkan, pemerintah daerah masih menunggu hasil kajian Kementerian Lingkungan Hidup untuk menentukan besaran ganti rugi dan bentuk kompensasi lingkungan, seperti pembangunan terumbu karang buatan atau rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove.***

 

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

pendidikan

Polres Pangandaran Kenalkan Tugas Polisi kepada Siswa SLB Lewat Pembelajaran Langsung

PANGANDARAN, pewarta.id – Lingkungan kepolisian menjadi ruang belajar baru bagi siswa-siswi SLB Negeri Widi Asih Parigi. Melalui kegiatan outing class di Markas…

DST · 5 jam lalu
Nasional

Antrean Pertalite Mengular di Bali, Warga Mengaku Menunggu hingga Lima Jam

DENPASAR, pewarta.id — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali memicu antrean…

DST · 15 jam lalu
Priangan Timur

Bupati Ciamis Ingatkan Kades Cisontrol: Uang Desa Harus Dipertanggungjawabkan, Jangan Pecat Perangkat karena Politik

CIAMIS, pewarta.id  – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengingatkan Kepala Desa Cisontrol yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memahami…

DST · 24 jam lalu
Priangan Timur

Sinergi Ikhtiar Lahir dan Batin: Pemkab Pangandaran Atasi Kemarau Melalui Puluhan Sumur Bor hingga Salat Istisqa

PANGANDARAN, pewarta.id  — Pemerintah Kabupaten Pangandaran memacu langkah darurat sekaligus merancang mitigasi jangka panjang untuk menanggulangi dampak krisis air bersih dan kekeringan…

DST · 24 jam lalu
Jawa Barat

Terungkap Dugaan Modus “Pengantin Pesanan”, Anak di Bawah Umur Ditemukan di Apartemen PIK 2, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi

TASIKMALAYA, pewarta.id – Dugaan tindak pidana terhadap anak dengan modus “pengantin pesanan” terungkap setelah seorang anak di bawah umur yang sebelumnya dilaporkan…

DST · 1 hari lalu
Memuat berita selanjutnya…