Sinergi Ikhtiar Lahir dan Batin: Pemkab Pangandaran Atasi Kemarau Melalui Puluhan Sumur Bor hingga Salat Istisqa

DST

Image of Bupati pangandaran citra fitriyami

PANGANDARAN, pewarta.id  — Pemerintah Kabupaten Pangandaran memacu langkah darurat sekaligus merancang mitigasi jangka panjang untuk menanggulangi dampak krisis air bersih dan kekeringan yang melanda wilayah pesisir serta lahan pertanian warga. Tidak sekadar mengandalkan pasokan air harian, pemerintah daerah meluncurkan strategi terintegrasi yang memadukan penyiapan puluhan tandon air desa, perluasan sumur bor, hingga ikhtiar spiritual melalui doa bersama.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menegaskan bahwa penanganan bencana kekeringan dilakukan secara presisi dengan memetakan titik-titik paling krusial di lapangan.

“Untuk masyarakat yang terdampak, kita sudah mengirimkan air seperti biasanya. Kita mengantisipasi sesuai kondisi di lapangan agar kebutuhan dasar warga dan lahan pertanian tetap tertopang,” ujar Citra di Alun-alun Parigi, Kamis (15/10/2026).

Kolaborasi Distribusi dan Strategi 90 Tandon Desa
Sebagai langkah teknis mempercepat penyaluran, Pemkab Pangandaran menyiapkan sekitar 90 tandon penampungan air bersih yang disebar ke desa-desa terdampak. Rata-rata setiap desa akan menerima dua unit tandon.

Citra menjelaskan, pola sebaran krisis air di Pangandaran tidak melanda seluruh wilayah desa secara merata, melainkan terkonsentrasi pada satu atau dua dusun. Kehadiran tandon terpusat di tingkat dusun memungkinkan truk tangki langsung mengisi pasokan di lokasi utama, sehingga warga dapat mengambil air secara berkala tanpa perlu mengantre lama.

Kelancaran distribusi ini didukung operasional enam unit mobil tangki gabungan hasil kolaborasi lintas sektoral, meliputi PDAM, PMI, Tagana Dinas Sosial, BPBD, hingga tambahan armada dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). BPBD Pangandaran sendiri mengerahkan dua unit mobil operasional untuk menyisir kawasan pemukiman.

Solusi Permanen: Pembangunan Puluhan Sumur Bor
Dalam upaya menghadirkan solusi permanen lintas musim, Pemkab Pangandaran menjalin sinergi erat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kodim. Pada tahap awal, sembilan titik sumur bor utama telah rampung dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat.

Sektor pertanian yang rentan gagal panen juga menjadi fokus penanganan. Pemerintah daerah telah merampungkan 20 titik sumur bor irigasi, dengan 10 titik di antaranya berlokasi di dekat permukiman warga sehingga memiliki fungsi ganda sebagai sumber air bersih saat krisis melanda.

Sebagai langkah lanjutan untuk menyelamatkan ribuan hektare sawah, Pemkab Pangandaran kini memasuki pembangunan tahap kedua dengan menyiapkan 37 titik sumur bor irigasi baru agar pasokan air ke areal pesawahan tetap terjaga.

Ikhtiar Spiritual dan Solusi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Selain penanganan fisik di lapangan, Pemkab Pangandaran menggelar salat Istisqa dan doa bersama di Alun-alun Parigi pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut imbauan ke seluruh kecamatan sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

“Ini merupakan ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah agar hujan segera turun,” ungkap Citra.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan diperkirakan baru mulai turun pada periode November hingga Desember mendatang. Sebelum cuaca kembali normal, Pemkab memastikan layanan air bersih tetap berjalan.

Citra mengakui bahwa keterbatasan alokasi anggaran daerah menjadi salah satu tantangan utama dalam memperluas jangkauan penanganan. Meski demikian, koordinasi dan optimalisasi seluruh sumber daya terus dimaksimalkan.

“Pastinya belum maksimal karena segala keterbatasan anggaran, tetapi insyaallah kita upayakan lebih maksimal lagi. Sementara ini pasokan air bagi masyarakat masih aman dan proses distribusi terus berjalan,” pungkas Citra. (AST)

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

DST

Tinggalkan komentar