CIAMIS, pewarta.id – Penyaluran bantuan pangan pemerintah di Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Dari total 8.262 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata, ketepatan sasaran menjadi poin utama yang ditekankan dalam distribusi bantuan tahap ketiga periode Juli–September 2026.
Hal itu disampaikan Camat Sindangkasih Amin Mabruri, S.STP., M.M., saat memantau langsung penyaluran bantuan pangan di Desa Budiharja, Rabu (23/9/2026).
Amin menegaskan, bantuan pangan harus diterima oleh warga yang memang telah ditetapkan dalam data penerima. Pemerintah desa dan perangkat kewilayahan diminta memastikan proses distribusi berjalan sesuai data dan ketentuan yang berlaku.
“Yang pertama agar tepat sasaran. Penyaluran ini datanya sudah ada, sehingga tinggal teknis penyaluran saja,” kata Amin.
Menurutnya, ketepatan sasaran menjadi penting karena bantuan tersebut merupakan program pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, proses distribusi tidak cukup hanya memastikan bantuan tersalurkan, tetapi juga harus memastikan penerimanya sesuai dengan data yang telah ditetapkan.
Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah desa bersama perangkat kewilayahan telah menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai mekanisme dan tertib administrasi pengambilan bantuan.
“Para perangkat desa melalui kepala wilayah dusun sudah menyampaikan informasi terkait tertib administrasi dalam pengambilan penyaluran bantuan ini. Mudah-mudahan berjalan secara tertib,” ujarnya.
Pada tahap ketiga ini, setiap KPM mendapatkan 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan, masing-masing sebanyak 10 kilogram per bulan. Di Kecamatan Sindangkasih, jumlah penerima mencapai 8.262 KPM.
Amin juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila dalam proses penyaluran ditemukan persoalan, termasuk jika KPM menerima beras dengan kualitas yang kurang baik.
“Kalau ada KPM yang mendapatkan beras dengan kualitas kurang baik, bisa diadukan atau dilaporkan langsung kepada pihak penyalur. Nanti akan kami sampaikan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran bantuan tidak berhenti pada proses distribusi, tetapi juga memastikan bantuan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan secara layak.
Di sisi penerima, bantuan tersebut dirasakan langsung manfaatnya. Sri Nur Hayati, salah seorang warga penerima bantuan di Desa Budiharja, mengatakan beras yang diterimanya akan digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
“Semangat, kebantu. Beras ini untuk dikonsumsi sehari-hari,” kata Sri.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih pemerintah sudah memberikan bantuan beras. Sangat membantu,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Maman, warga Desa Budiharja lainnya. Ia mengaku bersyukur karena bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan pangan keluarganya.
“Alhamdulillah, terima kasih. Bantuan ini sangat membantu bagi saya dan keluarga,” ucapnya.
Amin menambahkan, penyaluran bantuan pangan tahap ketiga di Kecamatan Sindangkasih memang sempat mengalami keterlambatan. Namun, distribusi dilakukan secara bertahap karena jumlah penerima bantuan di Kabupaten Ciamis cukup besar.
Meski demikian, ia memastikan proses penyaluran tetap mendapat pemantauan agar berjalan tertib dan bantuan diterima oleh masyarakat sesuai sasaran.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan yang membantu warga masyarakat yang berhak menerima bantuan, khususnya di Kecamatan Sindangkasih,” pungkasnya.***



