BPBD Ciamis Perkuat Komunikasi Kebencanaan, Pegawai Dilatih Produksi Konten Lapangan

oez26 trisno

Image of Bpbd (2)

CIAMIS, pewarta.id – Penanganan bencana tidak hanya membutuhkan kecepatan di lapangan, tetapi juga kemampuan menyampaikan informasi secara tepat kepada masyarakat. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis memperkuat kapasitas pegawainya dalam memproduksi visualisasi dan dokumentasi kegiatan.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pelatihan jurnalistik dan produksi konten yang digelar BPBD Ciamis bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya, Rabu (23/9/2026).

Image of Bpbd (1) Image of Bpbd

Pelatihan diarahkan agar pegawai BPBD tidak hanya mampu menjalankan tugas penanganan kebencanaan, tetapi juga dapat merekam, mengolah, dan menyampaikan informasi dari lapangan secara efektif.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan, kemampuan mendokumentasikan kegiatan menjadi semakin penting, terutama ketika informasi kebencanaan harus disampaikan kepada masyarakat secara cepat dan mudah dipahami.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pegawai bisa melaporkan atau mengambil visualisasi dokumentasi kegiatan BPBD Ciamis yang baik, dan menghasilkan konten positif, informatif, dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Ani.

Menurutnya, dokumentasi bukan sekadar arsip kegiatan. Visual dan informasi yang dihasilkan dari lapangan juga dapat menjadi sarana komunikasi BPBD kepada masyarakat mengenai kondisi kebencanaan, penanganan, maupun aktivitas petugas.

Karena itu, pegawai dibekali kemampuan mulai dari dasar-dasar jurnalistik, teknik pengambilan gambar dan video hingga penulisan naskah.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat diterapkan langsung ketika petugas berada di lokasi bencana maupun saat menjalankan kegiatan pencegahan dan penanganan kebencanaan.

Sementara itu, Ketua IJTI Korda Galuh Raya Yosep Trisna mengatakan, pelatihan tidak berhenti pada kemampuan teknis mengambil gambar. Pegawai juga perlu memahami prinsip jurnalistik agar informasi yang diproduksi tetap akurat, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami ingin peserta memahami bagaimana membuat visualisasi dan dokumentasi yang baik, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik,” jelas Yosep.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung. Materi diberikan secara interaktif agar peserta dapat memahami bagaimana sebuah peristiwa di lapangan dikemas menjadi informasi yang memiliki nilai bagi masyarakat.

Penguatan kemampuan tersebut menjadi penting bagi BPBD, mengingat informasi kebencanaan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Dokumentasi yang jelas dan informasi yang mudah dipahami dapat membantu publik mengetahui situasi di lapangan sekaligus memahami langkah penanganan yang dilakukan petugas.

Melalui pelatihan bersama IJTI Korda Galuh Raya ini, BPBD Ciamis berharap kapasitas pegawai dalam membangun komunikasi publik semakin kuat. Petugas tidak hanya hadir menangani bencana, tetapi juga mampu menyampaikan fakta dan situasi lapangan secara cepat, jelas, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.***

Facebook Comments Box

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

Tinggalkan komentar