IJTI–Kemnaker Bangun Kolaborasi Strategis, Menaker Yassierli Dorong Jurnalis Tangguh dan Mandiri di Era Digital

Image of Ijti (2)

JAKARTA, pewarta.id  – Upaya memperkuat ketahanan profesi jurnalis di tengah derasnya arus transformasi digital terus dilakukan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Melalui audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., IJTI menegaskan komitmennya membangun sumber daya jurnalis yang adaptif, kompeten, dan mandiri.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, tersebut menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama strategis antara IJTI dan Kemnaker dalam memperkuat ekosistem pers nasional yang saat ini dihadapkan pada disrupsi teknologi dan perubahan model industri media.

Dalam audiensi itu, kedua pihak sepakat mendorong kolaborasi nyata berupa peningkatan keterampilan jurnalis melalui penguasaan teknologi dan platform digital. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di sektor media yang kian dinamis, sekaligus membuka peluang baru bagi jurnalis di luar pola kerja konvensional.

Image of Ijti (1)

Kemnaker Tegaskan Dukungan Upskilling dan Reskilling Jurnalis

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, menegaskan bahwa perubahan digital bukan ancaman, melainkan momentum untuk melakukan lompatan kompetensi. Pemerintah, kata dia, hadir untuk memastikan para pekerja media tidak tertinggal dalam arus perubahan tersebut.

Baca Juga :  Inovasi Smart Farming Berbasis IoT Antar Desa Karyamukti Garut Raih Juara III Mandaya Award 2025

“Kemnaker melihat transformasi digital sebagai keniscayaan. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci. Kolaborasi dengan IJTI ini penting untuk memastikan upskilling dan reskilling jurnalis berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Prof. Yassierli.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga menyoroti kondisi jurnalis yang terdampak efisiensi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan media. Menurutnya, negara tidak boleh abai terhadap kelompok profesional yang memiliki peran strategis dalam demokrasi tersebut.

“Bagi jurnalis yang terdampak layoff, kami siapkan pelatihan intensif berbasis digital. Tujuannya bukan sekadar kembali bekerja, tetapi membekali mereka dengan kemampuan baru agar mampu menjadi mediapreneur yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.

Baca Juga :  Abah Aos Restui Haji Pepi Maju di Pileg 2024

IJTI Siapkan Jurnalis Adaptif dan Berdaya Saing

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyambut positif komitmen Kemnaker tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi IJTI dalam menciptakan jurnalis yang tangguh menghadapi perubahan lanskap media.

“Fokus utama kami adalah peningkatan kapasitas. Jurnalis harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tidak bergantung sepenuhnya pada sistem kerja lama. Dengan kompetensi baru, jurnalis bisa bertahan sekaligus menciptakan peluangnya sendiri,” ujar Herik.

Ia menambahkan, program yang disiapkan tidak hanya menyasar aspek teknis digital, tetapi juga memperkuat fondasi profesionalisme dan etika jurnalistik. Dengan demikian, kualitas informasi yang dihasilkan tetap terjaga di tengah percepatan teknologi.

Melalui sinergi IJTI dan Kementerian Ketenagakerjaan ini, diharapkan lahir generasi jurnalis Indonesia yang profesional, berintegritas, serta mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan karier dan kemandirian di masa depan. ***

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *