4.761 Pelajar Sumedang Kini Punya Rekening, Tabungan Tembus Rp2,46 Miliar

Image of Img 20260724 wa0109(1)

SUMEDANG, pewarta.id — Upaya memperluas inklusi keuangan di kalangan pelajar di Kabupaten Sumedang menunjukkan hasil nyata. Sepanjang Semester I 2026, 4.761 pelajar berhasil memiliki rekening tabungan baru melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,46 miliar.

 

Capaian tersebut menjadikan Sumedang sebagai salah satu daerah dengan implementasi Program KEJAR yang dinilai berhasil membangun budaya menabung sejak usia dini melalui kolaborasi pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri jasa keuangan, serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

 

Untuk mempercepat program tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang menerbitkan Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Kebijakan ini mendorong seluruh peserta didik mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat memiliki rekening tabungan sebagai bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan.

Baca Juga :  Tasikmalaya CAANG Perkuat Literasi Keuangan Warga

 

Implementasi program juga diperkuat melalui pembagian wilayah pendampingan sekolah yang dikoordinasikan oleh TPAKD. Strategi tersebut mempermudah proses sosialisasi, pembukaan rekening, monitoring, hingga evaluasi sehingga pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

 

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan keberhasilan Program KEJAR di Sumedang tidak hanya diukur dari jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga dari kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan bagi generasi muda.

 

“Kabupaten Sumedang menunjukkan bahwa keberhasilan Program KEJAR tidak hanya ditentukan oleh jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga oleh kuatnya kepemimpinan daerah, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta sistem monitoring yang berjalan efektif. Surat Edaran Bupati, pelibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah, hingga keterlibatan lembaga keuangan formal menjadi praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan generasi muda,” ujar Nofa.

Baca Juga :  Wikky. Partai Nasdem Ciamis Kini Berpeluang Merebut 4 Kursi di DPRD Ciamis

 

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menilai Program KEJAR merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi muda yang mandiri secara finansial.

 

“Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan. Karena itu Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menjangkau seluruh peserta didik sejak PAUD hingga SMA/SMK serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung menjadi gerakan bersama di Kabupaten Sumedang,” kata Dony.

 

OJK bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus memperkuat implementasi Program KEJAR melalui edukasi keuangan yang berkelanjutan, perluasan akses layanan keuangan formal, dan penguatan sinergi dengan seluruh anggota TPAKD agar budaya menabung semakin mengakar di kalangan pelajar.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *