Bandung, pewarta.id — Dalam rangka menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya (PJT) berkolaborasi dengan Yayasan Amanah Pundi Umat Bandung menggelar rangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyasar langsung masyarakat di wilayah Jawa Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 14–15 Februari 2026, dengan lokasi pelaksanaan di Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara.
Rangkaian kegiatan sosial ini menjadi bagian dari agenda tahunan PJT Bandung Raya dalam menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus sebagai bentuk nyata kepedulian para perantau asal Jawa Tengah yang bermukim di wilayah Bandung Raya terhadap masyarakat di kampung halaman. Beragam aksi sosial yang digelar menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, kesehatan, hingga penguatan spiritual masyarakat.
Kegiatan diawali pada Jumat, 14 Februari 2026, yang dipusatkan di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Pada hari pertama, panitia melaksanakan penanaman sebanyak 10.000 pohon di sejumlah titik strategis. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta upaya mitigasi bencana alam, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir.
Selain aksi penghijauan, PJT Bandung Raya bersama mitra juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sebagai upaya menekan beban ekonomi warga menjelang Ramadan yang kerap diiringi kenaikan harga bahan pangan.
Tak hanya itu, berbagai kegiatan sosial lainnya turut digelar, di antaranya penyaluran 150 paket sembako bagi warga kurang mampu, pelaksanaan sunatan massal yang diikuti oleh 67 anak, serta Pengajian Akbar yang dihadiri oleh masyarakat setempat. Pengajian ini menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kesiapan spiritual umat Islam dalam menyambut bulan penuh berkah.
Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniadji, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial yang tumbuh dari rasa kebersamaan dan cinta terhadap daerah asal.
“Rangkaian kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk syukur dan kepedulian sosial dalam menyambut Bulan Suci Ramadan. Ini adalah aksi nyata para perantau Jawa Tengah di Bandung Raya untuk berbagi dan memberi manfaat bagi masyarakat di kampung halaman. Alhamdulillah, semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar berkat kerja sama dan semangat gotong royong dari seluruh pihak,” ujar Farchan.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosial semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin, tidak hanya pada momentum Ramadan, tetapi juga pada situasi-situasi darurat kemanusiaan lainnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Sabtu, 15 Februari 2026, di Kabupaten Banjarnegara. Pada hari kedua, fokus kegiatan diarahkan pada aksi kemanusiaan bagi warga terdampak bencana longsor di Kecamatan Pandanarum. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyalurkan sebanyak 239 paket sembako kepada para korban bencana sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.
Aksi kemanusiaan ini turut melibatkan Paguyuban Wong Banjarnegara Nang Bandung, yang bersinergi bersama PJT Bandung Raya dan Yayasan Amanah Pundi Umat Bandung. Kolaborasi antarperantau ini menjadi simbol kuatnya solidaritas sosial lintas daerah dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Melalui kolaborasi antara PJT Cabang Bandung Raya, Yayasan Amanah Pundi Umat Bandung, Paguyuban Wong Banjarnegara Nang Bandung, serta Badan Pangan Nasional, kegiatan sosial ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian tersebut, rangkaian kegiatan sosial menyambut Ramadan 1447 Hijriah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus menebar manfaat dan kebaikan, khususnya menjelang bulan suci yang penuh rahmat dan keberkahan.











