Kesadaran Warga Masih Rendah, Walikota Viman Tegaskan Penanganan Sampah di Saluran Air Tasikmalaya

Image of 20260706 135759

Tasikmalaya, pewarta.id  – Selain fokus pada perbaikan teknis drainase, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi menyoroti persoalan serius lain yang menghambat fungsi saluran air, yakni penumpukan sampah. Dalam tinjauannya, Viman menemukan adanya praktik pembuangan sampah sembarangan, bahkan sebagian berasal dari luar warga setempat. Kondisi ini dinilai memperburuk aliran air dan berpotensi menimbulkan banjir di kawasan padat penduduk.

“Permasalahan sampah ini tanggung jawab bersama. Saya minta RT, RW, lurah, camat, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera membersihkan dan menjaga agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan,” tegas Viman saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Buka Muscab IDI, Bupati Ciamis : Dokter Menjadi Tulang Punggung Bangsa Di Masa Pandemi

Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah kota. Viman menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Ia mencontohkan sejumlah kota besar seperti Medan, Surabaya, dan Makassar yang telah berhasil mendistribusikan penanganan sampah secara terstruktur hingga ke level terbawah pemerintahan. “Ke depan penanganannya akan didistribusikan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan, seperti yang sudah dilakukan di Medan, Surabaya, dan Makassar,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan budaya disiplin warga dalam mengelola sampah rumah tangga. Selain itu, pemerintah kota juga akan memperkuat koordinasi dengan DLH untuk melakukan pembersihan rutin, sosialisasi, serta penindakan terhadap pelanggaran pembuangan sampah sembarangan. Viman menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah akan berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Warga RW 03 Babakan Kalangsari Semarakkan HUT ke-80 RI dengan Pawai Drumband dan Jampana

Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen menjadikan isu sampah sebagai prioritas utama dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat, aparat wilayah, dan DLH, diharapkan saluran air dapat kembali berfungsi optimal, bebas dari hambatan sampah, serta mampu mengurangi risiko banjir di musim penghujan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *