Gerombolan Monyet Serang Lahan Pertanian, Petani Jagung Imbangara Ciamis Alami Kerugian Besar  

Image of Img 20260706 wa0177

Ciamis, pewarta.id  – Sejumlah petani di Desa Imbangara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengeluhkan serangan gerombolan monyet yang merusak tanaman mereka. Agus, salah seorang petani jagung, menceritakan bahwa panen jagung miliknya bersama warga sekitar diserang oleh puluhan ekor monyet yang datang secara tiba-tiba.

 

“Ya, tiba-tiba saja datanglah monyet. Di habitatnya mungkin sudah tidak ada makanan, jadi lari ke sini. Di sini banyak tanaman jagung, kacang tanah, ubi, otomatis mereka menyerang ke sini,” ungkap Agus.

 

Menurut penuturan Agus, jumlah monyet yang menyerang mencapai sekitar 60 ekor. Kejadian itu berlangsung pada pukul 09.00 WIB, dan bukan kali pertama terjadi. “Sudah enam kali kejadian. Kalau tiap tanam, bisa sampai enam kali diserang,” tambahnya.

Baca Juga :  Kapolres Ciamis Resmikan Sport Centre Tathya Dharaka Akpol 2005, Perkuat Kebersamaan Forkopimda di Bulan Ramadan

 

Kerugian yang dialami petani cukup besar. Tanaman jagung, kacang tanah, singkong, dan ubi rusak serta habis dimakan. Kondisi ini membuat para petani khawatir serangan akan terus berulang, mengingat lahan pertanian mereka menjadi sumber makanan bagi kawanan monyet.

 

Agus bersama petani lain berharap ada langkah nyata dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini. “Kami meminta pihak terkait untuk menyingkirkan gerombolan monyet tersebut. Kalau tidak, pasti akan terus diserang karena di sini banyak makanan,” ujarnya.

 

Fenomena serangan satwa liar ke lahan pertanian bukan hal baru. Para ahli lingkungan menyebutkan bahwa berkurangnya sumber makanan di habitat asli sering memicu satwa mencari alternatif di area pertanian. Hal ini menimbulkan konflik antara manusia dan satwa yang berujung pada kerugian ekonomi bagi petani.

Baca Juga :  Murid SDN 2 Purwaraja Ciamis Harap Perpustakaan Keliling Dihadirkan Setiap Hari di Sekolah

 

Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan, baik melalui Dinas Pertanian maupun Dinas Kehutanan, untuk mencari solusi jangka panjang. Upaya yang bisa dilakukan antara lain pengendalian populasi, pemulihan habitat alami, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi benturan berkepanjangan antara petani dan satwa liar.

 

Dengan adanya penanganan yang tepat, diharapkan petani di Imbangara dapat kembali beraktivitas tanpa rasa khawatir, dan satwa liar tetap memiliki ruang hidup yang layak di habitatnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *