RS JHC Tasikmalaya Perkuat Program Rehabilitasi Jantung, Pasien Pasca Pasang Ring dan Operasi Bypass Diajak Kembali Aktif

Image of Rs jhc tasikmalaya (1)

TASIKMALAYA, pewarta.id – Keberhasilan tindakan pemasangan ring jantung (PCI) maupun operasi bypass tidak hanya ditentukan oleh proses operasi, tetapi juga bergantung pada tahapan rehabilitasi yang dijalani pasien. Menjawab kebutuhan tersebut, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RS JHC) Tasikmalaya terus mengembangkan layanan rehabilitasi jantung melalui program senam jantung dan paket pemulihan terpadu bagi pasien pasca tindakan kardiovaskular.

Program tersebut dirancang untuk membantu pasien memulihkan kondisi fisik secara bertahap, meningkatkan kebugaran, sekaligus menekan risiko terjadinya gangguan jantung berulang melalui pendampingan tenaga medis yang berkompeten.

Dokter Spesialis Jantung RS JHC Tasikmalaya, dr. Dadan Sofian, mengatakan rehabilitasi jantung merupakan bagian penting dari proses penyembuhan yang kerap diabaikan pasien setelah menjalani tindakan medis.

Menurutnya, pasien yang mengikuti program rehabilitasi secara teratur memiliki peluang lebih besar untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang lebih baik dan rasa percaya diri yang meningkat.

“Rehabilitasi jantung dilaksanakan secara aman, terukur, dan selalu berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Program ini bertujuan membantu pasien kembali aktif dengan kondisi fisik yang lebih optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, layanan praktiknya di RS JHC Tasikmalaya tersedia setiap Selasa hingga Jumat pukul 13.00–16.00 WIB, serta Sabtu pukul 07.00–08.00 WIB.

Baca Juga :  BI Tasikmalaya Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Penukaran Uang Jelang Lebaran 2026

Image of Rs jhc tasikmalaya (4) Image of Rs jhc tasikmalaya (2)

Sementara itu, Direktur Utama RS JHC Tasikmalaya, dr. H. Idrus Dilawar, MARS, menegaskan bahwa proses pemulihan pasien penyakit jantung tidak berhenti setelah tindakan operasi ataupun pemasangan ring selesai dilakukan.

Menurutnya, rehabilitasi jantung, khususnya tahap kedua, memiliki peran strategis dalam menjaga kondisi pasien tetap stabil dan mengurangi risiko serangan jantung berulang.

“Banyak pasien merasa sudah sembuh setelah menjalani tindakan medis, padahal tahapan rehabilitasi masih harus diselesaikan. Jika proses ini dilewati, peluang terjadinya gangguan jantung kembali akan semakin besar,” katanya, Selasa (7/7/2026).

Idrus menilai pelayanan rumah sakit harus diberikan secara menyeluruh, mulai dari diagnosis, tindakan medis, hingga pendampingan selama masa pemulihan.

“Kesembuhan yang optimal hanya dapat dicapai apabila seluruh tahapan terapi dijalani dengan baik, termasuk rehabilitasi jantung tahap kedua,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, selama sekitar enam bulan terakhir pihak rumah sakit telah mengupayakan agar layanan rehabilitasi jantung tahap kedua dapat diakses masyarakat tanpa biaya tambahan melalui skema pembiayaan BPJS Kesehatan. Namun hingga kini, usulan tersebut masih dalam proses dan belum dapat direalisasikan.

Di sisi lain, Manager Marketing dan Hubungan Masyarakat RS JHC Tasikmalaya, Febie Jauhari, menjelaskan rumah sakit menyediakan sejumlah paket rehabilitasi jantung yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pasien.

Baca Juga :  Awal Usaha Tuk Bertahan Hidup, Kini Bisa Mencukupi Keluarga.

Paket layanan tersebut meliputi konsultasi dengan dokter spesialis jantung, sesi fisioterapi, intervensi menggunakan alat rehabilitasi, hingga latihan fisik (exercise) yang disusun berdasarkan kondisi medis masing-masing pasien.

Menurut Febie, tersedia tiga pilihan paket dengan variasi layanan dan biaya yang berbeda sehingga masyarakat memiliki alternatif program pemulihan yang lebih fleksibel. Selain itu, RS JHC juga memberikan berbagai promo dan potongan harga yang dapat diperoleh melalui layanan informasi rumah sakit.

“Informasi mengenai paket rehabilitasi maupun promo yang sedang berlangsung dapat diperoleh melalui layanan call center RS JHC Tasikmalaya,” ujarnya.

Selain dikenal sebagai rumah sakit khusus jantung dan pembuluh darah, RS JHC Tasikmalaya juga menghadirkan berbagai layanan spesialis lainnya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Di antaranya layanan kesehatan anak, kebidanan dan kandungan, penyakit dalam, bedah umum, neurologi, paru, rehabilitasi medik, THT, kulit dan kelamin, hingga layanan kedokteran gigi spesialistik serta bedah anak.

Melalui penguatan layanan rehabilitasi jantung yang terintegrasi, RS JHC Tasikmalaya berharap semakin banyak pasien penyakit jantung dapat menjalani proses pemulihan secara optimal, mempertahankan kualitas hidup, serta menekan risiko komplikasi maupun kekambuhan di masa mendatang.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *