Sinergi Damkar, TNI dan PLN Padamkan Kebakaran Gudang Rongsokan di Tasikmalaya, Api Berhasil Dijinakkan dalam Dua Jam

Image of Kebakaran (2)

TASIKMALAYA, Pewarta.id – Kolaborasi cepat antarinstansi berhasil mencegah kebakaran gudang rongsokan di Kampung Sambong PLN, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, meluas ke kawasan sekitar. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (4/8/2026) itu ditangani secara terpadu oleh Dinas Pemadam Kebakaran, personel TNI dari Yonif Teritorial Pembangunan 939/Macan Putih, PLN, BPBD, serta aparat kepolisian.

Kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 17.40 WIB. Api dengan cepat membesar karena gudang dipenuhi material mudah terbakar, seperti tumpukan plastik, kardus, dan berbagai barang bekas lainnya. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari sejumlah titik di Kota Tasikmalaya.

Melihat kondisi tersebut, petugas pemadam segera bergerak ke lokasi. Proses pemadaman menjadi cukup menantang karena besarnya volume material yang terbakar serta akses menuju titik api yang memerlukan penanganan ekstra.

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 30 personel gabungan diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api. Operasi pemadaman juga mendapat dukungan dari satu unit kendaraan taktis pemadam milik Yonif Teritorial Pembangunan 939/Macan Putih yang ikut memperkuat armada di lapangan.

Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Inf. Deddy Setya Wijaya, S.S.T.Han., S.I.P., M.Sc., mengatakan pihaknya langsung merespons permintaan bantuan setelah menerima informasi adanya kebakaran.

Baca Juga :  Kalapas Kelas llB Sony Sopyan Resmi Sertijab dengan Kalapas Baru Beni Nurrahman

“Kami segera mengerahkan personel beserta kendaraan pemadam untuk membantu proses pemadaman. Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, api akhirnya berhasil dikendalikan setelah lebih dari dua jam,” ujarnya.

Selain fokus memadamkan api, petugas juga berupaya mencegah kobaran merambat ke area lain. Lokasi gudang yang berada tidak jauh dari jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) menjadi perhatian khusus selama proses penanganan.

Untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, PLN melakukan penghentian sementara aliran listrik di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan petugas sekaligus menghindari potensi korsleting lanjutan selama proses pemadaman berlangsung.

Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Di balik keberhasilan tersebut, dua personel pemadam kebakaran mengalami cedera ringan saat bertugas. Satu petugas mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal dan kelelahan, sedangkan seorang lainnya mengalami luka ringan setelah terkena serpihan kaca ketika proses pendinginan berlangsung. Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi.

Baca Juga :  Lapangan Sepak Bola Cisanggiri di Kecamatan Cibalong diresmikan Pj Bupati Garut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa di kalangan masyarakat. Seluruh warga di sekitar lokasi juga berhasil dievakuasi dan berada dalam kondisi aman.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Tim identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi maupun barang bukti di lokasi.

Dugaan awal mengarah pada korsleting arus listrik sebagai pemicu munculnya api. Namun demikian, polisi menegaskan penyebab kebakaran baru dapat dipastikan setelah seluruh proses penyelidikan dan pemeriksaan selesai dilakukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di lokasi penyimpanan barang-barang yang mudah terbakar. Sinergi antara Damkar, TNI, PLN, BPBD, kepolisian, dan masyarakat dinilai menjadi faktor utama yang berhasil mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *