TRAGEDI DI CIAMIS — PRIA MUDA DIDUGA STRES MENGAMUK, 1 TEWAS DAN 3 LUKA-LUKA

Image of Penawangan

CIAMIS, pewarta.id – Suasana di Dusun Legok 1, RT 07 RW 02, Blok Lapang, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah mencekam pada Senin siang (3/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Seorang pria bernama F (20) diduga mengalami stres dan tiba-tiba mengamuk menggunakan sebilah golok hingga melukai empat orang yang masih satu keluarga dengannya.

Dalam peristiwa mengerikan itu, satu orang meninggal dunia atas nama Yayah (35) yang merupakan kakak kandung pelaku, sementara tiga korban mengalami luka-luka,  Idan (40), Salni (65) dan Aril 4 tahun, yang tak lain adalah keponakan pelaku.

Kepala Desa Indragiri, Dahlan, mengaku terkejut dan sangat prihatin atas tragedi yang menimpa warganya.

“Begitu dapat kabar, saya langsung ke lapang sepak bola. Di sana sudah banyak darah, korban tergeletak. Yang meninggal itu kakaknya pelaku sendiri, sementara korban lain masih keluarga dekat. Anak kecil yang luka itu keponakannya,” ujarnya Dahlan.

Menurut Dahlan, pelaku dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak pernah menimbulkan masalah sebelumnya. Namun, beberapa warga mengaku melihat perilakunya agak berubah sejak kembali dari Subang beberapa hari lalu.

“Katanya dia sempat sekolah di Bandung dan baru pulang ke Panawangan hari Minggu malam. Pagi masih biasa, makan bareng keluarga. Tapi siang mendadak berubah, mengambil golok, lalu menyerang,” jelas Kepala Desa.

Hingga sore hari, warga sekitar masih berkumpul di lokasi kejadian. Beberapa membantu evakuasi dan menjaga rumah korban, sementara aparat kepolisian memasang garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Suasana duka menyelimuti Dusun Legok. Banyak warga tidak menyangka, peristiwa mengerikan ini dilakukan oleh seorang pemuda yang dikenal sopan dan tak pernah berbuat onar.

“Kami benar-benar tidak menyangka. Farid itu biasanya tenang, pendiam, tidak pernah aneh. Tiba-tiba saja seperti kehilangan kendali,” tutur dahlan.

Hal sama juga diungkapkan Camat Panawangan Kusdinar mengatakan Camat Panawangan, Kusdinar, menjelaskan kronologi peristiwa tragis yang terjadi di Dusun Legok, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, pada Senin siang (3/11/2025). Dalam insiden tersebut, seorang warga diduga mengalami gangguan jiwa dan mengamuk menggunakan sebilah golok hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Baca Juga :  Oleh Soleh Anggota DPR RI Tegaskan Radio Tidak Boleh Punah, Dorong Regulasi dan Program Inovatif

“Sekitar pukul setengah dua belas siang, saya mendapat informasi dari grup tanggap bencana. Dalam laporan itu disebutkan ada seorang warga yang diduga ODGJ membacok beberapa orang,” ujar Kusdinar.

Begitu menerima laporan, Kusdinar bersama tim langsung meluncur ke lokasi kejadian. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), suasana sudah mencekam. Satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka cukup serius.

“Benar, saat kami tiba di lokasi, satu orang sudah meninggal dunia. Tiga korban lainnya mengalami luka bacok. Dua di antaranya perempuan, dan satu laki-laki bernama Idan,” jelasnya.

Kusdinar mengungkapkan bahwa seluruh korban masih memiliki hubungan keluarga dengan pelaku. Korban yang meninggal dunia diketahui merupakan kakak kandung pelaku sendiri.

“Total korban ada empat orang. Semuanya masih satu keluarga. Yang meninggal dunia adalah kakak kandung pelaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kusdinar merinci kondisi para korban luka. Salah satunya, seorang perempuan bernama Salni, mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan leher.

“Bu Salni mengalami luka serius. Di bagian kepala ada dua luka, dan di leher juga masih mengeluarkan darah. Karena kondisinya parah, langsung dirujuk ke RSUD Ciamis untuk penanganan lebih lanjut,” tutur Camat Panawangan.

Sementara dua korban lainnya, Idan mendapat perawatan di Puskesmas Desa Indragiri, dan seorang balita bernama Aril, dirawat di rumah.

“Alhamdulillah keduanya sudah mendapat pertolongan pertama di puskesmas setempat,” tambahnya.

Pihak kecamatan, lanjut Kusdinar, langsung melakukan langkah koordinatif setelah kejadian. Ia melaporkan peristiwa tersebut ke pemerintah daerah, termasuk Bupati Ciamis, BPBD, dan Dinas Sosial untuk penanganan lanjutan terhadap korban dan keluarga.

Baca Juga :  Viking Dan Balad Galuh Ciamis Bersama Jajaran Polres Ciamis, Gelar Do'a Bersama Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Malang.

“Begitu mendapat kabar, kami langsung berkoordinasi dan membuat laporan resmi ke Pak Bupati melalui BPBD serta Dinas Sosial agar bisa segera dilakukan penanganan dan pendampingan bagi keluarga korban,” jelas Kusdinar.

Camat Panawangan menegaskan bahwa pihaknya bersama aparat kepolisian dan pemerintah desa terus memantau kondisi di lapangan serta memastikan situasi keamanan di lingkungan masyarakat tetap kondusif pasca-kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polres Ciamis menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kasus penganiayaan berdarah ini.

“Benar, pada hari Senin sekitar pukul 12.30 WIB telah terjadi peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka berat. Saat ini tim kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan korban yang selamat,” ujarnya.

Kasat Reskrim menambahkan, identifikasi awal menunjukkan satu korban tewas dan tiga korban lainnya mengalami luka serius. Semua korban kini masih dirawat intensif.

“Pelaku berhasil diamankan tak lama setelah kejadian berkat kerja sama antara anggota Polsek Panawangan, unsur Forkopimcam, kepala desa, dan masyarakat setempat. Saat ini pelaku berada dalam pengawasan di Mapolres Ciamis untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Terkait dugaan bahwa pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), polisi masih melakukan pendalaman.

“Untuk kondisi kejiwaan pelaku, kami masih mendalaminya. Pemeriksaan medis akan dilakukan untuk memastikan apakah pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Informasi resmi akan kami sampaikan melalui rilis dari Kapolres Ciamis,” ugkapnya.

Polisi kini terus mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap pelaku untuk memastikan motif dan kondisi mentalnya.

Tragedi ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga dan lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang menunjukkan perubahan perilaku mencolok. (***).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *