Jumat, 16 Oktober 2026
Priangan Timur

Nuansa Ramadan di Alam Terbuka Pangandaran, Konsep Berbuka Dinilai Lebih Dekat dan Penuh Makna

Image of Pangandaran

PANGANDARAN, pewarta.id — Bulan suci Ramadan dimanfaatkan pelaku usaha di Pangandaran untuk menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tidak sekadar menyantap hidangan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Salah satunya melalui program Kampoeng Ramadhan Riung Rasa Nusantara yang digelar di kawasan The Allure Villas Managed by SAHID.

Program ini mengusung konsep berbuka puasa di ruang terbuka dengan latar suasana alam, menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan berbuka di ruang tertutup. Pengunjung disuguhi beragam kuliner khas Nusantara yang dirangkum dalam satu paket menu, mewakili cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.

Penyelenggara menilai konsep alam terbuka dipilih untuk menciptakan suasana yang lebih cair dan akrab. Selain menikmati sajian berbuka, pengunjung juga dapat memanfaatkan area permainan yang disediakan, sehingga interaksi antaranggota keluarga maupun rombongan dapat terjalin lebih hangat sembari menunggu waktu berbuka.

“Hari ini banyak masyarakat mencari suasana Ramadan yang lebih santai dan tidak kaku. Konsep alam terbuka kami hadirkan sebagai alternatif berbuka bersama keluarga atau kolega,” ujar Eko Haryatmo yang akrab disapa Arya, perwakilan manajemen penyelenggara, saat ditemui di lokasi, Kamis (19/2/2026).

Dari sisi harga, paket berbuka puasa ditawarkan dengan tarif Rp100.000 nett per orang pada periode pemesanan awal. Sementara harga normal ditetapkan Rp138.000 nett per orang. Khusus anak-anak usia 6 hingga 12 tahun, penyelenggara memberikan potongan harga sebesar 50 persen. Setiap pengunjung juga mendapatkan kelapa muda sebagai pelengkap menu berbuka.

Tidak hanya mengedepankan kuliner dan suasana, program ini juga mengusung nilai sosial. Penyelenggara menyisihkan Rp5.000 dari setiap paket yang terjual untuk disalurkan ke panti asuhan di wilayah Pangandaran, sebagai wujud semangat berbagi di bulan Ramadan.

Respons pengunjung terhadap konsep tersebut terbilang positif. Rina (34), warga Pangandaran, mengaku suasana terbuka membuat momen berbuka terasa lebih nyaman.

“Lebih rileks, tidak sumpek. Anak-anak juga bisa bermain, jadi tidak bosan menunggu azan,” tuturnya.

Sementara itu, Dedi (41) yang datang bersama rekan kerjanya menilai aspek sosial menjadi nilai lebih dari program tersebut.

“Bukan hanya berbuka bersama, tapi ada unsur berbagi juga. Itu yang membuat acaranya terasa lebih bermakna,” ujarnya.

Hadirnya konsep berbuka puasa di alam terbuka dengan sentuhan kuliner Nusantara dan kepedulian sosial ini menambah ragam pilihan kegiatan Ramadan bagi masyarakat Pangandaran, khususnya bagi keluarga dan komunitas yang ingin mengisi bulan suci dengan kebersamaan yang lebih hangat dan bernilai.(abah.Khoang)

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Memuat berita selanjutnya…