Pria Penjaga Warung di Ciaren Purwaharja Ditemukan Meninggal, Diduga Luka Benda Tajam

Image of Whatsapp image 2026 08 07 at 11.27.27
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ditemukannya jasad Asep Komara di samping warung miliknya, Lingkungan Ciaren, Kelurahan Karangpanimbal, Jumat (7/8/2026).

BANJAR, Pewarta.id – Warga Lingkungan Ciaren, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di samping warung miliknya sendiri, Jumat (7/8/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Asep Komara, warga RT 29 RW 13, Kelurahan Karangpanimbal. Sehari-hari, korban dikenal warga sekitar sebagai petugas pengatur lalu lintas atau yang akrab disapa “Pak Ogah”. Korban disebut kerap bermalam di warung miliknya yang berada di pinggir jalan kawasan Ciaren.

Ketua RT setempat, Nana, menuturkan korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri, Elom, saat hendak menuju warung pada pagi hari. “Awalnya istrinya mau ke warung. Pas sampai di sana, korban sudah terkapar di samping warung,” ujar Nana saat ditemui di lokasi kejadian.

Nana menjelaskan, korban ditemukan tergeletak di dekat tempat yang biasa digunakan untuk beristirahat, tepatnya di bagian bawah kolong warung. Dari pengamatan awal warga, terdapat luka yang diduga akibat benda tajam pada tubuh korban. Meski demikian, jumlah luka maupun penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.

Menurut penuturan Nana, istri korban sempat menjerit histeris begitu mendapati suaminya sudah tak bernyawa. Teriakan tersebut kemudian mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan ke lokasi. “Setelah itu warga berdatangan dan kami langsung menghubungi RT, RW serta pihak kepolisian,” katanya.

Nana menambahkan, sebelum ditemukan meninggal, istri korban sempat bertemu dan berbincang dengan suaminya pada pagi hari sebelum kejadian. Ia mengaku tidak mengetahui adanya persoalan atau pertengkaran yang melibatkan korban sebelum peristiwa tersebut terjadi. “Setahu saya tidak ada masalah. Korban warga asli sini dan keluarganya juga tinggal di lingkungan ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Banjar Launching MBG, Bangga Makanan Bukan Sekadar Bergizi Namun Halal

Warung tempat korban ditemukan tewas merupakan warung miliknya sendiri yang telah lama berdiri di kawasan Ciaren. Lokasi tersebut selama ini dikenal warga sebagai tempat korban menjajakan dagangan sekaligus tempat istirahat sepulang bekerja mengatur arus lalu lintas di sekitar wilayah tersebut.

Kabar meninggalnya korban secara mendadak dan dalam kondisi mengenaskan ini pun cepat menyebar di kalangan warga Lingkungan Ciaren. Sejumlah warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi kejadian, sementara garis polisi dipasang untuk mengamankan area sekitar warung guna kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga berita ini ditulis, petugas kepolisian masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Petugas juga tampak mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan warga sekitar, guna mengungkap penyebab pasti meninggalnya korban. Jenazah korban sendiri telah dievakuasi dari lokasi untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini menambah daftar peristiwa yang mengejutkan warga Kota Banjar dalam beberapa waktu terakhir. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian korban agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat. Warga setempat pun berharap proses penyelidikan dapat berjalan transparan sehingga keluarga korban bisa mendapatkan kejelasan atas peristiwa yang menimpa Asep Komara.

Baca Juga :  Hari Ini Kota Banjar Mulai Jalankan Program MBG, Sasar 3.488 Siswa di 17 Titik Sekolah

Sementara itu, pihak keluarga korban hingga kini masih berada dalam kondisi berduka menyusul kejadian yang menimpa Asep Komara. Sejumlah kerabat dan tetangga terlihat memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga, khususnya kepada Elom yang menjadi orang pertama yang menemukan jenazah suaminya di lokasi kejadian. Warga Lingkungan Ciaren berharap kepolisian dapat segera menuntaskan penyelidikan agar duduk perkara sebenarnya bisa diketahui secara terang dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.

Profesi “Pak Ogah” atau pengatur lalu lintas swadaya memang lazim dijumpai di sejumlah titik jalan Kota Banjar, khususnya di persimpangan maupun ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan. Para pengatur lalu lintas semacam ini umumnya bekerja secara mandiri tanpa naungan instansi resmi, mengandalkan uang seikhlasnya dari pengendara yang dibantu menyeberang atau berbelok arah.

Keberadaan warung milik korban selama ini dikenal warga sebagai tempat singgah, baik bagi warga sekitar maupun pengendara yang melintas di kawasan Ciaren untuk sekadar membeli minuman atau beristirahat sejenak.

Pihak kepolisian diketahui telah memasang garis polisi di sekitar warung sesaat setelah menerima laporan dari warga. Proses olah TKP dilakukan guna mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, sebelum selanjutnya jenazah korban dibawa untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *