Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Segera Berlaku, Ini Langkah RSUD Kota Banjar

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Banjar, Ajat Sudrajat. (Foto: Abid)
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Banjar, Ajat Sudrajat. (Foto: Abid)

Kota Banjar, Pewarta.id,- RSUD Kota Banjar mulai mengebut penyesuaian untuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), kebijakan baru pengganti sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan.

Targetnya, layanan berbasis KRIS ini akan berjalan penuh mulai Juli 2025.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Banjar, Ajat Sudrajat, menyampaikan bahwa saat ini progres penyesuaian telah mencapai sekitar 70 persen.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/4/2025).

“Insya Allah nanti Juli 2025 sudah bisa berjalan maksimal,” ungkap Ajat.

Apa Itu KRIS? Standarisasi Rawat Inap bagi Semua Peserta BPJS

Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS adalah sistem layanan baru yang menghapus perbedaan kelas rawat inap bagi peserta BPJS Kesehatan.

Berdasarkan Perpres Nomor 59 Tahun 2024, KRIS ditetapkan sebagai standar minimum pelayanan yang harus diberikan secara merata dan adil di seluruh rumah sakit mitra BPJS.

Ajat menjelaskan, sistem ini bertujuan memberikan pelayanan rawat inap yang setara, tanpa membeda-bedakan peserta berdasarkan kelas.

Baca Juga :  Alun-Alun Banjarsari Jadi Pusat Euforia Nobar Timnas Indonesia di Ciamis

Penerapannya akan dilakukan secara bertahap sepanjang 2025 dan wajib diberlakukan penuh paling lambat 30 Juni 2025.

Menurut Ajat, salah satu fokus utama penyesuaian adalah jumlah dan jenis tempat tidur di setiap ruang rawat inap.

Saat ini, sebagian besar ruangan di RSUD Kota Banjar sudah menyesuaikan standar maksimal empat tempat tidur per ruang, bahkan ada ruangan yang hanya diisi dua tempat tidur untuk memenuhi syarat KRIS.

“Selain itu, jarak antar tempat tidur juga kita sudah sesuaikan, 1,5 meter minimal 1,5 meter antar tepi tempat tidur sesuai standar KRIS,” ujarnya.

Selain tempat tidur, aspek lain seperti pencahayaan, kelembaban ruangan, suhu udara, hingga ketersediaan penyekat (gording) juga sedang dipenuhi sesuai dengan 12 item standar KRIS.

Namun, belum semua ruangan memiliki fasilitas lengkap. Misalnya, bel tempat tidur masih tersedia terbatas.

“Yang sifatnya pengadaan barang, itu masih kita kejar,” kata Ajat.

Baca Juga :  Lonjakan Pengunjung di Taman Satwa Cikembulan Saat Libur Idul Fitri

Tantangan Anggaran dan Prasarana

Meskipun progres cukup baik, Ajat mengakui ada tantangan besar, terutama dalam hal pembiayaan untuk pengadaan sarana prasarana.

Penggantian tempat tidur sesuai standar KRIS menjadi beban anggaran yang cukup besar.

“Tempat tidur minimal harus dua crank. Sekarang kita masih banyak yang satu crang, jadi mesti ganti,” jelasnya.

Selain itu, kebutuhan alat pendukung seperti sistem bel, nakas dan sarana kenyamanan lainnya juga menjadi bagian dari penyesuaian yang butuh anggaran besar.

Untuk SDM, pihak RSUD Banjar memastikan tidak akan ada rekrutmen tambahan.

“Insya Allah kita bisa memaksimalkan SDM yang sudah ada,” tambahnya.

Dengan sisa waktu sekitar dua bulan sebelum deadline nasional, RSUD Banjar terus melakukan percepatan.

Ajat meyakinkan bahwa semua persiapan akan rampung sebelum Juli 2025.

“Insya Allah kita bisa dijalankan dengan baik. Juli nanti sudah bisa beroperasi penuh,” tegasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *