Ciamis, pewarta.id – Ribuan pencari kerja dari berbagai daerah memadati halaman Kantor Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Rabu (25/6/2025). Antusiasme tinggi itu terlihat sejak pagi hari dalam pembukaan Job Fair Ciamis 2025, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Acara ini menghadirkan 14 perusahaan nasional dan lokal, yang membuka lebih dari 1.150 lowongan pekerjaan di berbagai sektor, mulai dari industri makanan, tekstil, jasa keuangan, hingga manufaktur. Lowongan ditawarkan untuk lulusan SMA/SMK, D3 hingga Sarjana (S1).
Pemerintah daerah menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk menurunkan angka pengangguran dan menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
“Job Fair ini bentuk komitmen Pemkab Ciamis dalam menekan angka pengangguran. Hingga siang ini, pendaftar online sudah mencapai lebih dari 2.600 orang, dan diperkirakan bisa menembus 3.000 pelamar hari ini,” ungkap Dase Fadlil Yusdu Mubarok, Kepala Disnakertrans Ciamis.
Membuka Peluang, Menyambut Masa Depan
Dengan tingginya partisipasi dan dukungan dari sektor swasta, Job Fair Ciamis 2025 tidak hanya menjadi sarana mencari kerja, tetapi juga ruang kolaborasi dan penguatan ekonomi daerah. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dan diperluas ke wilayah-wilayah lainnya.
“Kami akan terus berinovasi untuk menghadirkan peluang kerja yang lebih besar, dan memastikan masyarakat Ciamis siap bersaing di dunia kerja,” tambah Dase Fadlil.
Semangat Muda, Harapan Baru
Di antara ribuan peserta, ada Yulianto Rudiansyah, pemuda asal Baregbeg, yang datang sejak pukul 09.00 pagi. Dengan map berisi surat lamaran, CV, dan fotokopi ijazah, ia berharap bisa mengubah nasib.
“Saya mau coba melamar ke dua perusahaan. Sudah siap semua berkasnya. Mudah-mudahan bisa diterima kerja,” ujarnya dengan penuh harap.
Hal serupa juga dirasakan Rafli Fauzi Hendrayana, lulusan SMA yang juga berasal dari Baregbeg. Ia mengatakan, sejak lulus sekolah dirinya langsung fokus mencari kerja.
“Alhamdulillah ada job fair seperti ini, jadi lebih mudah. Tidak perlu jauh-jauh ke kota besar,” kata Rafli.
Lebih dari Sekadar Bursa Kerja
Tak hanya menawarkan lowongan kerja, Job Fair Ciamis juga menyediakan layanan pembuatan kartu pencari kerja (AK-1), konsultasi karier, hingga pendampingan untuk penyusunan CV.
Menurut Tedy Tresadi, Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Ciamis, kegiatan ini juga menjadi ajang mempertemukan kebutuhan dunia industri dan tenaga kerja lokal.
“Job fair ini bukan hanya soal rekrutmen, tapi bagian dari sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ini langkah dalam menciptakan SDM unggul dan meningkatkan daya saing daerah,” jelasnya.
Tedy juga mengungkapkan, saat ini wilayah Priangan Timur—termasuk Ciamis—terus menjadi incaran perusahaan nasional karena ketersediaan tenaga kerja dan kesiapan infrastruktur.
“Tahun ini ada peluang kerja juga di Majalengka, termasuk pabrik garment yang akan buka pada September mendatang dan membutuhkan banyak tenaga kerja,” tambahnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pengangguran terbuka di Ciamis mencapai sekitar 23 ribu orang. Job fair seperti ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi strategis untuk menurunkannya.
Respons Positif dari Dunia Usaha
Sejumlah perusahaan peserta menyambut positif semangat pencari kerja di Ciamis. Salah satunya PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya, anak perusahaan BUMN yang bergerak di sektor jasa keuangan dengan induk Bank BRI.
“Peminatnya tinggi, dan kami mencari perempuan usia 18–30 tahun untuk posisi sales and collection. Minimal lulusan SMA, bisa mengendarai sepeda motor, dan siap bekerja dengan target,” kata Yonas Saputra, HRD PT. PNM.
Sementara itu, PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI), yang dikenal dengan produk-produk camilannya, membuka 400 lowongan untuk bagian produksi.
“Antusias pelamar luar biasa. Kami mencari lulusan minimal SMA/SMK untuk penempatan di pabrik Majalengka,” ungkap Wulan, HRD PT. KSNI.











