Dinas Pertanian Ciamis Dorong Pertanian Organik, Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia

Kepala Dinas Pertanian Ciamis, Slamet Budi Wibowo

CIAMIS,PEWARTA.id- Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis terus mendorong penerapan pertanian organik untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo, menyatakan bahwa sudah ada lebih dari 100 petani yang terlibat dalam pertanian organik di wilayah tersebut.

“Kami mengadakan pertemuan untuk mengumpulkan para pelaku pertanian organik. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan saling berbagi pengalaman,” ujar Slamet, Senin (1/10).

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam mengadopsi pertanian organik adalah mengubah pola pikir petani yang masih bergantung pada pupuk subsidi.

Baca Juga :  Kekosongan Wakil Bupati Ciamis, DPRD: Bukan Tak Mau Diisi, Tapi Tak Ada Dasar Hukumnya

“Masih banyak yang belum satu pemikiran tentang pentingnya pertanian organik. Ini yang terus kami edukasi,” tambahnya.

Slamet menjelaskan bahwa, dalam acara tersebut, hadir juga Pak Alif yang merupakan pakar pertanian organik yang telah berpengalaman di dalam dan luar negeri.

“Ia menekankan bahwa pertanian berbasis ekosistem alami sangat penting untuk menjaga lingkungan dan kesehatan. Kami ingin mengurangi penggunaan pupuk kimia dan kembali ke pola pertanian yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga :  Ciamis Menuju "Kabupaten Pramuka": Engkus Sutisna Dilantik Sebagai Ketua Mabicab

Slamet juga menyampaikan bahwa pertanian organik tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan memproduksi sendiri pupuk dan pestisida nabati, petani dapat menghemat biaya produksi.

“Petani bisa memproduksi pupuk dan pestisida sendiri, ini mengurangi biaya dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tuturnya.

Ke depan, Slamet optimistis pertanian organik di Ciamis akan terus berkembang.

“Selama manusia butuh makan, pertanian akan selalu menjanjikan. Kita hanya perlu mengembangkannya dengan cara yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *