CIAMIS,PEWARTA.id- Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berkomitmen dalam mengembangkan pertanian organik sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo mengatakan bahwa program pertanian organik di wilayah ini semakin berkembang dengan peningkatan produktivitas yang signifikan.
“Untuk pertanian organik, kami fokus pada padi utama, dan tahun ini kami melakukan program dengan metodologi ‘Sekolah Lapang’ di 26 kecamatan,” kata dia saat di wawancara, Kamis (19/12/2024).
Program ini dilakukan untuk memberikan pelatihan kepada petani mengenai teknik-teknik pertanian organik, mulai dari pengelolaan lahan hingga pemanenan.
Pelatihan tidak hanya mengenai teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan, termasuk pengolahan pupuk organik.
“Petani kami latih untuk membuat pupuk organik cair dan kompos dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka, seperti jerami dan kotoran ternak,” tambahnya.
Hasilnya, produktivitas beras organik di Kabupaten Ciamis meningkat sekitar 8% tahun ini.
Meskipun ada peningkatan yang positif, pasar untuk beras organik masih terbatas pada wilayah lokal, seperti Ciamis, Nasik, dan Bandung.
“Pasar beras organik memang meningkat, tetapi stok masih terbatas. Banyak permintaan dari berbagai tempat seperti Alpama dan saringan di Bandung yang belum bisa dipenuhi,” ungkapnya.
Selain itu, untuk memperluas pasar, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui kerja sama dengan koperasi dinas telah membangun sistem pemasaran yang lebih efektif, meskipun ekspor beras organik belum menjadi fokus utama.
“Program ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga untuk menyediakan pangan yang lebih sehat bagi masyarakat,” pungkasnya.











