GARUT, pewarta.id – Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan energi. Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat yang digelar di Lapang Harum Madu, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam, melakukan mitigasi bencana, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam menjaga lingkungan yang menopang kehidupan, termasuk keberlanjutan sumber daya energi.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Dedy Mulyadi, mengapresiasi inisiatif SSC yang memaknai peringatan Hari Listrik Nasional melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Dedy, pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi musim hujan, menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Ia juga menyoroti pentingnya penanaman pohon keras sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan, membantu menyimpan cadangan air, dan mengurangi risiko bencana di kawasan rawan longsor.
“Dengan menanam tanaman keras, itu bisa berfungsi menyimpan cadangan air sebagai bukti persiapan kita untuk generasi yang akan datang,” ujar Dedy.
Selain pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut turut mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pemberdayaan kelompok tani dan pembagian bibit pertanian kepada masyarakat.
Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Jajang, mengapresiasi antusiasme Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat dalam mengembangkan kemandirian pangan.
Ia menilai Desa Mekarsari memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Garut.
“Kami mendorong masyarakat Desa Mekarsari untuk terus melaksanakan kegiatan kemandirian pangan,” kata Jajang.
Ia berharap kolaborasi antara masyarakat, kelompok tani, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat agar upaya mewujudkan swasembada pangan berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Sekolah Sungai Cimanuk Wilayah Bayongbong, Yanto Rangkuti, menjelaskan bahwa peringatan Hari Listrik Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara kelestarian alam dan keberlanjutan energi.
Menurutnya, lingkungan yang terjaga merupakan bagian penting dalam mendukung ketersediaan sumber daya alam yang dibutuhkan bagi kehidupan dan berbagai aktivitas masyarakat.
“Makanya di Sekolah Sungai Cimanuk, kelestarian alam itu harus tetap terjaga dan itu menjadi harga mati bagi kami,” tegas Yanto.
Ia menambahkan, peringatan Hari Listrik Nasional tidak cukup hanya dirayakan secara seremonial, tetapi perlu diterjemahkan menjadi aksi konkret yang melibatkan masyarakat dan mendapat dukungan pemerintah daerah.
“Penjabarannya yaitu pelaksanaan dan bukti nyata, apa yang nanti dikonsep seperti apa tentang ketahanan pangan dan menjaga alam. Kita jalankan dan laksanakan dengan dukungan support dari pemerintah daerah, karena kami dari Sekolah Sungai Cimanuk tetap tidak dapat bekerja sendiri,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan sejumlah perangkat daerah Kabupaten Garut, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, jajaran penyuluh pertanian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA), serta Dinas Sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian bibit jagung dan padi kepada para petani setempat. Pembagian bibit ini menjadi bentuk dukungan terhadap produktivitas pertanian sekaligus penguatan kemandirian pangan masyarakat desa.
Melalui momentum Hari Listrik Nasional ke-81, SSC Garut berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh dan diwujudkan melalui aksi berkelanjutan, sehingga pelestarian alam, ketahanan pangan, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat dapat berjalan beriringan.(Slamet Timur)






