Pria Diduga Anak Punk Ditemukan Tak Bernyawa di Ciawi, Polisi Amankan Tiga Orang

oez26 trisno

Image of Temu mayat

Daftar Isi

TASIKMALAYA, pewarta.id – Warga Dusun Cirungkang, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di depan sebuah toko, tepat di kawasan depan Pasar Ciawi, Kamis (24/9/2026).

Korban diduga merupakan bagian dari kelompok anak punk yang selama ini kerap terlihat beraktivitas dan beristirahat di sekitar kawasan Pasar Ciawi. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telungkup dan tidak memberikan respons ketika dibangunkan.

Pemilik toko, Farid, mengatakan keberadaan anak punk yang tidur di sekitar tokonya sebenarnya sudah sering terjadi. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, jumlah mereka bisa mencapai beberapa orang.

Menurut Farid, kejadian bermula ketika salah seorang karyawannya melihat seorang pria dalam posisi telungkup di depan toko. Karena mengira sedang tidur seperti biasanya, karyawan tersebut mencoba membangunkan korban.

“Biasanya anak punk suka tidur di sini. Dia sama yang kerja dibangunin, tapi tidak bangun-bangun. Kemudian tanya-tanya dan panggil saya ke sini,” ujar Farid.

Saat diperiksa lebih dekat, kondisi korban sudah tidak seperti orang yang sedang tidur. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa sebelum diteruskan kepada pihak kepolisian.

Farid mengaku tidak mengetahui identitas korban maupun asalnya. Menurutnya, korban bukan warga yang dikenalnya.

“Kurang tahu. Identitasnya juga tidak ada,” katanya.

Polisi Amankan Tiga Orang

Kapolsek Ciawi Polres Tasikmalaya Kota, AKP Endang Wijaya, S.Sos., membenarkan adanya penemuan seorang pria di kawasan depan Pasar Ciawi.

Setelah mendapatkan laporan, polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan penanganan. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk korban sudah dilakukan penanganan. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” kata AKP Endang Wijaya.

Dari hasil penanganan awal, polisi menemukan adanya luka pada bagian kepala dan beberapa bagian tubuh korban. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut.

“Luka-luka ada di bagian kepala,” ujarnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah mengamankan tiga orang yang diduga berada dalam kelompok anak punk untuk dimintai keterangan.

Dari tiga orang tersebut, dua di antaranya saat ini didalami karena diduga berkaitan dengan kematian korban. Keduanya masih berstatus sebagai orang yang diduga terlibat dan pemeriksaan terus dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing.

Polisi masih menggali keterangan dari ketiga orang tersebut, termasuk mengenai keberadaan mereka sebelum korban ditemukan, hubungan dengan korban, serta kemungkinan adanya peristiwa yang terjadi sebelum korban meninggal dunia.

Identitas Korban Belum Diketahui

Selain mengungkap penyebab kematian, polisi masih berupaya mengetahui identitas korban. Pasalnya, saat ditemukan, korban tidak membawa dokumen identitas seperti KTP maupun surat-surat lainnya.

“Korban tidak membawa surat-surat, KTP dan lain-lain. Kita masih dalami,” kata Endang.

Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap informasi warga yang menyebut korban kerap berada di sekitar kawasan Pasar Ciawi bersama kelompok anak punk lainnya.

Keberadaan tiga orang yang telah diamankan menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap secara terang peristiwa tersebut. Polisi masih memeriksa keterangan mereka dan mengumpulkan informasi maupun barang bukti yang berkaitan dengan kejadian.

Hingga saat ini, kepolisian belum menyimpulkan secara resmi penyebab kematian korban maupun menetapkan tersangka. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Polisi juga masih berupaya mengungkap identitas korban agar pihak keluarga dapat segera mengetahui keberadaan anggota keluarganya.

Kasus tersebut kini ditangani Polres Tasikmalaya Kota dan masih dalam proses pendalaman.(Ovi Taufik).

Facebook Comments Box

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

Tinggalkan komentar