Latifah Spa Bandung: Kisah Popon Siti Latifah, Dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan

Image of Img 20260714 wa0136

BANDUNG, pewarta.id  – Di sebuah rumah sederhana di Jalan Bukit Raya Atas No.49, Ciumbuleuit, Cidadap, Kota Bandung, lahirlah sebuah ruang relaksasi yang berbeda. Bukan spa mewah dengan gemerlap lampu kristal, melainkan home spa yang hangat dan intim, bernama Latifah Spa, dirintis oleh Popon Siti Latifah.

Selama hampir tiga tahun, Popon melayani berbagai perawatan tubuh dan wajah: Body Massage, Shiatsu, Body Scrub, Masker Badan, hingga Totok Wajah. Semua dilakukan dengan sentuhan tangan penuh ketulusan.

“Konsepnya home spa. Jadi pelanggan bisa merasakan treatment seperti di rumah sendiri. Ada satu kamar kosong di rumah, saya manfaatkan agar lebih berguna sekaligus bisa menjadi sumber penghasilan,” ujar Popon, Selasa (14/7/26).

Image of Img 20260714 wa0137
Popon yang juga instruktur SPA, sedang mengajar

Awalnya, Popon yang juga instruktur SPA dan massage putri di Sentra Wyataguna, Jl. Pajajaran, hanya menerima panggilan ke rumah, hotel, apartemen, dan kantor. Namun karena banyak pelanggan ingin datang langsung, ia membuka satu ruang treatment di rumahnya.

Baca Juga :  Penyaluran Bantuan Pangan Ciamis 2026: 796 Warga Terima Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter untuk Dua Bulan

Slogan yang diusung sederhana namun kuat: “Private dan Intimate.”

“Itu komitmen saya. Memberikan ruang relaksasi yang pribadi dan akrab, agar pelanggan benar-benar bisa rileks dan melepas penat,” tambahnya.

Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp di 08562293787.

Melihat Dunia dengan Cara Berbeda

Kisah Popon bukan sekadar tentang spa. Ia adalah sosok tangguh yang kehilangan penglihatan sejak duduk di bangku SD. Lahir pada 28 Februari 1986, Popon memilih untuk bangkit dan tidak tenggelam dalam penyesalan.

Energi reflektif itu ia tuangkan dalam buku antologi puisi berjudul “Kupinjamkan Mataku pada Malam” (Ultimus, 2024). Lewat tulisan, ia mengajak pembaca merasakan dunia dari sudut pandang lain.

Semangatnya juga diwujudkan lewat komunitas Blind’s Moms Community, wadah pemberdayaan bagi ibu-ibu tunanetra.

“Tidak ada yang siap menerima kejadian luar biasa pada dirinya. Tapi kita bisa memilih, mau bangkit atau tidak,” ucapnya.

Baca Juga :  Belum Terbitnya SK Kepengurusan Baru Kota Tasikmalaya. Nasib Cabor Terancam Tak Ikut Porprov 2026

Selain menjadi ibu dari satu putri, Popon aktif menekuni hobi renang, catur, hingga bowling. Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak.

Berbagi Ilmu Lewat Private Class

Tak hanya melayani pelanggan, Popon juga membuka private class spa bagi siapa saja yang ingin menekuni profesi terapis.

“Saya ingin ilmu ini bermanfaat. Spa bukan sekadar memijat, tapi tentang menyentuh dan menenangkan orang lain,” jelasnya.

Di tengah hiruk pikuk Kota Bandung, Latifah Spa hadir sebagai pengingat bahwa kenyamanan sejati tidak selalu membutuhkan tempat besar. Kadang cukup satu kamar, dua tangan terampil, dan hati yang tulus melayani.

Dengan semangat “private dan intimate”, Popon Siti Latifah membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang untuk menghadirkan kehangatan bagi orang lain.[gpwk]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *