Masyarakat Garut Selatan Antusias Ikuti Acara Tradisi Tasyakur “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir

Image of Ngarumat sagara ngamumule budaya basisir (2)

GARUT, pewarta.id – Ribuan masyarakat dan nelayan di pesisir selatan Kabupaten Garut antusias dan bergembira ikuti acara Tasyakur Nelayan Santolo Tahun 2026 yang digelar di Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (5/7/2026). Acara digelar dengab tema “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir Santolo” (Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo), dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Garut, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika mewakili Bupati yang berhalangan hadir. Turut hadir pula unsur Forkopimcam Cikelet, Pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Garut, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Garut, perwakilan Kodim 06/11 Garut, Danpolairud, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Image of Ngarumat sagara ngamumule budaya basisir (3) Image of Ngarumat sagara ngamumule budaya basisir (1)

Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum sakral bagi para nelayan untuk mengagungkan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT melalui kekayaan laut Pantai Santolo.

“Ini merupakan momen khusus untuk nelayan atas mensyukuri nikmat dan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah menyediakan anugerah yang sangat besar di Pantai Santolo,” ungkap Aris Munandar sembari mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian Pantai Santolo.

Baca Juga :  Larchteam Bagikan THR & Umroh Gratis bagi Pekerja Informal di Tasikmalaya

Senada dengan Ketua DPRD, Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menegaskan bahwa sektor kelautan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir. Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen penuh untuk mendorong kesejahteraan nelayan, salah satunya melalui perbaikan aksesibilitas.

“Kita diberi keberkahan dan rezeki sehingga para nelayan di santolo khususnya bisa menikmati hasil laut. Kedepan seperti yang disampaikan oleh Pak Pudin mudah-mudah kita akan berdiskusi di Pemerintah daerah dengan Bupati dan Pak Ketua DPRD, bagaimana caranya infrastruktur yang menuju ke Santolo ini kedepan semakin baik. Namun, kami juga mengingatkan para nelayan untuk senantiasa menjaga ekosistem laut. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” tegas Beni.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Sekjen DPP Industri Event Indonesia (IVENDO) yang juga Ketua DPD Paguyuban Sundawani Kabupaten Garut, Evan Saepul Rohman. Dia mengaku bangga dengan animo luar biasa dari masyarakat terhadap acara ini. Evan menyatakan, siap mendukung penuh agar tahun depan acara ini bisa dikemas dengan jauh lebih meriah.
“Kita harapkan tahun depan acara ini lebih meriah lagi, konten acaranya lebih banyak, dan kemasannya juga lebih bagus lagi,” ungkap Evan.

Baca Juga :  Bupati Ciamis: Jam Malam Pelajar untuk Cegah Kenakalan Remaja

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Pudin Marjoko, menjelaskan, setelah acara pembukaan, kemudian Prosesi Ritual Adat Larung Sajen ke tengah laut, acara Tasyakur Nelayan Santolo 2026 ini juga dimeriahkan oleh berbagai rangkaian kegiatan, antara lain, gelar budaya tradisional dan lomba hias perahu nelayan, penyediaan layanan publik gratis (Pelayanan Kesehatan, Disdukcapil, dan BPJS ketenagakerjaan), kegiatan rohani Istigosah berjamaah dan santunan anak yatim piatu.

“Selanjutnya, acara akan kami akhiri dengan pagelaran Wayang Golek oleh lingkung seni ternama Giriharja 3 Putra Bandung,” ujar Pudin usai pembukaan acara. (Slamet Timur).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *