Duo Wening Jepank Angkat City Branding Solo Lewat Keroncong Modern di SKF 2026

Image of Img 20260718 wa0073

Solo, pewarta.id  – Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali menjadi ruang kreatif bagi musisi untuk menghadirkan inovasi dalam musik tradisi. Tahun ini, Duo Wening Jepank tampil berbeda dengan menjadikan keroncong sebagai medium city branding Kota Solo.

Image of Img 20260718 wa0075

Duo yang digawangi Wening dan Jepank Van Samben itu tidak sekadar memainkan keroncong klasik, melainkan menyusupkan nuansa modern seperti blues, rock and roll, rap, hingga sequencer. Konsep ini dirancang agar musik keroncong lebih akrab dengan generasi muda sekaligus memperkenalkan potensi budaya, kuliner, dan pariwisata Solo ke khalayak nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Terjaring 174 pelanggar dalam waktu 3 Jam

 

“Semua lagu yang kami ciptakan bercerita tentang Solo. Kami ingin musik menjadi jembatan agar kota ini semakin dikenal luas,” ujar Wening.

Image of Img 20260718 wa0076

Dalam penampilannya di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (19/7), mereka membawakan karya orisinal seperti Jiwanya Jawa dan Daharan Solo, serta menghadirkan aransemen baru lagu legendaris Berseri karya Ki Anom Suroto. Lagu berusia setengah abad itu dikemas ulang dengan sentuhan rap dan sequencer tanpa menghilangkan ruh keroncong aslinya.

Baca Juga :  195 Warga Ciamis Jalani Operasi Katarak Gratis di Momen Hari Jadi ke-383

 

Penampilan Duo Wening Jepank semakin istimewa dengan kehadiran maestro biola Hendri Lamiri sebagai musisi tamu. Kehadiran Lamiri memperkuat warna baru yang ditawarkan, menjadikan keroncong bukan sekadar nostalgia, melainkan musik yang relevan dengan zaman.

 

Melalui konsep ini, Duo Wening Jepank berharap dapat memperkuat citra Solo sebagai kota budaya yang terus berinovasi, menjaga tradisi sekaligus membuka ruang bagi kreativitas modern.[gpwk]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *