Kolaborasi Unik Lapis Legit UPI, Dari Musik Tradisional Hingga Pop Culture

Image of Img 20260719 wa0048

SOLO, pewarta.id — Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu 18 Juli, menjadi saksi bagaimana keroncong tampil dengan wajah baru. Orkes Krontjong Lapis Legit Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menghadirkan aransemen berani, penuh energi, dan segar, membuktikan bahwa musik tradisi bisa hidup bersama semangat generasi muda.

 

Dipimpin Bayudjati Bintang Arrazaq, delegasi ini membuat penonton terkesima sejak nada pertama, seolah keroncong menemukan kembali vitalitasnya di tangan mahasiswa kreatif.

Repertoar Lintas Zaman dan Lintas Negara

Lapis Legit tidak main aman. Mereka membuka penampilan dengan karya-karya klasik seperti lagu Maribi dari Mang Koko, dilanjutkan Keroncong Nona Manis yang pernah dipopulerkan Sutarsih. Namun kejutan dimulai saat mereka membawakan Langgam Bandung Utara milik OK. Midaleudami — lagu dari kakak angkatan Lapis Legit sebelumnya. Lalu ada Berdikari milik De Klapeertaart, keroncong anak muda Bandung.

Baca Juga :  RAPI DAERAH JABAR MENGGELAR WORKSHOP MENULIS BERITA & DASAR JURNALISTIK

 

Puncaknya, mereka menghadirkan Medley Lagu Jepang yang berisi potongan lagu populer Stay With Me, Dragon Ball, Doraemon, Crayon Shinchan, hingga Heavy Rotation versi JKT48. Medley ini meledak dan mendapat aplaus terpanjang malam itu.

 

“Memang sejak gladi di Bandung kami ingin menghadirkan suasana berbeda. Kami ingin anak muda merasa dekat dengan keroncong,” ujar perwakilan Lapis Legit.

 

Eksplorasi Instrumentasi: Dari Cak Cuk sampai Tarompet Sunda

Yang membuat penampilan Lapis Legit “ora umum” adalah instrumentasinya. Selain pakem keroncong: cak, cuk, cello, gitar, mereka memadukannya dengan bass, drum, keyboard, flute, violin, tenor saxophone, trompet, gambang, tarompet Sunda, kendang, perkusi, hingga sequencer.

 

Didukung 3 vokalis, racikan ini menciptakan suara yang kaya dan penuh warna.”Instrumen keroncong konvensional dipadukan dengan kombo dan karawitan Sunda. Makin kaya karena ada unsur rock, bossa nova, gypsy jazz, pop, keroncong gaya Tugu, sampai gaya Solo. Semuanya bercampur jadi satu,” kata Rudi, penonton asal Nonongan, Surakarta.

Baca Juga :  Kasus Penyiksaan Bayi Monyet Yang Di Ungkap Polres Tasikmalaya Mendapat Apresiasi Dari International Animal Rescue (IAR)

 

Apresiasi juga datang dari praktisi keroncong Jakarta, Ages Dwi Harso pimpinan OK. Batavia Mood. Komentarnya singkat tapi menohok: “Ora umum”.

“Anak-anak Lapis Legit luar biasa di atas panggung. Tampilannya hebat, berani, dan segar,” ujarnya.

 

Wajah Baru Keroncong Anak Muda

Penampilan Krontjong Lapis Legit UPI Bandung menjadi catatan penting di hari pertama SKF 2026. Mereka menunjukkan bahwa melestarikan keroncong tidak harus kaku. Dengan eksplorasi musik, kolaborasi lintas genre, dan semangat anak muda, keroncong bisa tetap relevan dan menghibur.

 

Solo Keroncong Festival 2026 masih akan berlangsung hingga Sabtu 19 Juli di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta Hadiningrat.[gpwk]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *