1.100 Anak dan Keluarga Prasejahtera Terima Bantuan, Hari Anak Nasional 2026 di Tasikmalaya Jadi Panggung Kepedulian Nyata

Image of Hari anak nasional (2)

TASIKMALAYA, pewarta.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Tasikmalaya menjelma lebih dari sekadar seremoni tahunan. Di balik kemeriahan panggung dan ribuan peserta yang memadati lokasi kegiatan, tersimpan pesan kuat tentang perlindungan anak, kepedulian sosial, dan kolaborasi lintas sektor yang diwujudkan melalui aksi nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Sebanyak 1.100 paket bantuan disalurkan kepada keluarga prasejahtera dan anak-anak yang membutuhkan, termasuk anak-anak korban kekerasan. Tak hanya itu, panitia juga menggelar khitanan massal gratis bagi 110 anak, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang tahun ini mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas.”

Kegiatan yang digagas Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya tersebut menjadi bukti bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya berhenti pada seruan perlindungan anak, tetapi diwujudkan melalui program yang langsung menyentuh masyarakat.

Rangkaian kegiatan mendapat dukungan luas dari berbagai elemen. Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir langsung untuk menunjukkan komitmen terhadap pemenuhan hak-hak anak, di antaranya Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., Irjen Kemendes PDTT Dr. Masyhudi, S.H., M.H., Ketua KPAI Pusat Dr. Aris Adi Leksono, M.M.Pd., Pendiri Sahabat Ryano Muhamad Ryano Panjaitan, Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Jawa Barat Fitria Ekayani, Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf. Dadi Sutandi, S.E., M.M., Owner Group37 H. Cahya Gandara, serta Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mempertegas bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, hingga masyarakat.

Baca Juga :  Ketua KBC Bantah, Kampung Ramah Anak "Budak Capetang" Bubar

Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi saat Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyampaikan pesan kepada para orang tua dan anak-anak yang hadir. Di hadapan ribuan peserta, ia menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak memperoleh pendidikan, nilai kehidupan, dan bekal menghadapi tantangan di masa depan.

“Keluarga adalah tempat pertama anak belajar. Dari sanalah mereka memperoleh bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks di masa depan,” ujar Kosasih.

Ia juga mengajak seluruh anak untuk terus menumbuhkan semangat belajar sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Teruslah belajar, belajar, dan belajar. Persiapkan diri menghadapi masa depan yang lebih penuh tantangan dibandingkan sekarang,” pesannya.

Suasana haru turut terasa ketika Pangdam memberikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus hadiah kepada sejumlah anak yang sedang merayakan hari kelahirannya. Gestur sederhana tersebut disambut antusias dan menjadi momen yang menghadirkan senyum di wajah anak-anak beserta keluarga mereka.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini. Ia menilai kehadiran Pangdam III/Siliwangi merupakan wujud konsistensi dalam mendukung isu perlindungan anak.

Menurut Ato, perhatian yang diberikan tidak sebatas dalam forum resmi, tetapi juga terlihat dari interaksi langsung bersama anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga :  Enam Hari Nadira Azahra, Mahasiswi Telkom University Hilang, Belum Ditemukan

“Beliau selalu hadir ketika anak-anak membutuhkan perlindungan. Hari ini kita melihat sendiri bagaimana beliau bercengkerama, bergembira, dan memberikan perhatian langsung kepada anak-anak. Ini menjadi teladan bagi kita semua,” katanya.

Komitmen serupa juga disampaikan Owner Group37 H. Cahya Gandara. Melalui kolaborasi bersama KPAID Kabupaten Tasikmalaya, pihaknya terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga yang membutuhkan pendampingan.

Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial harus diwujudkan melalui aksi nyata yang mampu menghadirkan harapan baru bagi mereka yang sedang menghadapi persoalan hidup.

“Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, bukan mengambil manfaat dari orang lain,” ujar Cahya Gandara.

Selain kegiatan sosial, peringatan Hari Anak Nasional 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas edukatif dan hiburan, mulai dari pertunjukan seni, pameran kreativitas anak, bazar UMKM, hingga beragam permainan edukasi yang melibatkan keluarga.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat interaksi positif antara keluarga, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.

Melalui kolaborasi antara KPAID, pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, lembaga keuangan, serta berbagai komunitas, Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya menghadirkan pesan bahwa perlindungan anak tidak cukup diwujudkan melalui slogan. Kepedulian harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang mampu memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, merasa aman, dan menatap masa depan dengan penuh harapan menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *