Bukan Sekadar Seremonial, Puncak Harsiarda 2026 di KBB Boyong Layanan Kesehatan Gratis hingga Ajang Jaraswara

DST

Image of Img 20260922 wa0066

BANDUNG BARAT, pewarta.id  — Puncak Peringatan Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) Jawa Barat Tahun 2026 dipastikan bakal dikemas secara inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat luas. Tidak sekadar ajang berkumpulnya insan penyiaran, perhelatan yang siap digelar di Plaza Mekarsari, Kompleks Pemkab Bandung Barat pada Sabtu, 10 Oktober 2026 mendatang ini bakal memadukan transformasi digital, kompetisi insan kreatif, serta bakti sosial kemasyarakatan.

 

Mengusung tema besar “Transformasi Digital Penyiaran: Merawat Kearifan Lokal Menuju Jawa Barat Istimewa”, agenda akbar ini diinisiasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat bersama Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jawa Barat dan Pemkab Bandung Barat.

 

Ketua Panitia Pelaksana Harsiarda Jabar, Lukman Munawar Fauzi, menegaskan bahwa perhelatan tahun ini dirancang untuk meruntuhkan sekat antara media penyiaran konvensional dan publik pendengarnya.

 

“Puncak acara pada 10 Oktober nanti tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi kita dorong penuh aksi kemanusiaan dan bakti sosial. Ada pemeriksaan kesehatan gratis, cek gigi, konsultasi psikologi, donor darah, hingga penganugerahan Jaraswara bagi lembaga penyiaran berprestasi,” ujar Lukman, Selasa (22/9/2026).

 

Kolaborasi Lintas Sektor: Digratiskan untuk Warga Jabar

Guna menyokong pelayanan publik pada hari puncak, panitia menggaet berbagai lembaga profesional untuk menerjunkan tim medis serta tenaga ahli ke Plaza Mekarsari. Warga yang hadir dapat menikmati ragam layanan medis secara cuma-cuma, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum hingga pemeriksaan gigi dan mulut hasil kerja sama dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unjani.

 

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas konsultasi psikologis gratis berkolaborasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Jawa Barat, serta berpartisipasi dalam aksi donor darah yang difasilitasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung.

 

Di samping fasilitas kesehatan gratis, perhelatan ini turut diwarnai dengan gerakan pola hidup sehat melalui kegiatan senam bersama warga, lomba mewarnai untuk anak-anak, panggung hiburan musik yang dikelola PRSSNI Jabar, hingga bazar pemberdayaan ekonomi bagi para pelaku UMKM lokal Bandung Barat.

 

Berburu Piala Ketua KPID Jabar dan Duta “Jaraswara”

Sebelum memasuki hari puncak pada 10 Oktober, rangkaian Harsiarda 2026 diawali dengan fase pra-acara yang melombakan berbagai ajang bergengsi. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah pemilihan Duta Jaraswara (Jawara Penyiaran) serta kompetisi penyiaran yang memperebutkan Piala Ketua KPID Provinsi Jawa Barat.

 

Ajang ini menjadi ruang unjuk bakat bagi talenta-talenta muda dan lembaga penyiaran di Jawa Barat untuk membuktikan kualitas konten yang edukatif, sehat, dan berakar kuat pada kearifan lokal.

 

Membentengi Budaya Lokal di Era Digital

KPID Jawa Barat dan Pemkab Bandung Barat optimistis, kolaborasi besar ini menjadi momentum krusial untuk menegaskan kembali posisi strategis televisi dan radio di tengah gempuran disrupsi informasi.

 

Sinergi antara pemangku kebijakan, praktisi penyiaran swasta, serta elemen akademisi ini diharapkan mampu menjadikan media penyiaran lokal sebagai benteng utama pertahanan budaya Sunda dan kearifan lokal Jawa Barat.

 

“Melalui momentum Harsiarda 2026, kita ingin membuktikan bahwa media penyiaran tidak hanya beradaptasi secara teknis di era digital, tetapi tetap hadir memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, kesejahteraan, dan literasi sosial masyarakat,” pungkas Lukman. (GP)

Facebook Comments Box

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

DST

Tinggalkan komentar