Kabupaten Bandung, pewarta.id — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sangkanhurip, Kabupaten Bandung, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Penguatan Pengelolaan Pembelajaran Program Kesetaraan yang digelar pada November 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Kantor PKBM Sangkanhurip, yang berlokasi di Jl. Bumi Sukagalih Permai No. 76, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Workshop diikuti oleh seluruh tutor program kesetaraan, mulai dari Paket A, Paket B, hingga Paket C.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pembina Yayasan Dra. Nuraisyah, Ketua PKBM Sangkanhurip H. Subur Binyati, SE, Penilik Kecamatan Katapang Euis Nurjanah, M.M.Pd., Ketua Pelaksana Tiffany Estherlita, S.Pd., serta jajaran tutor yang menjadi ujung tombak layanan pendidikan kesetaraan di lembaga tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua PKBM Sangkanhurip, H. Subur Binyati, SE, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari langkah strategis lembaga untuk memperkuat kualitas proses belajar-mengajar. Ia menegaskan, peran tutor sangat menentukan keberhasilan program kesetaraan dalam menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Melalui workshop ini, kami ingin meningkatkan kompetensi tutor agar mampu mengelola pembelajaran secara efektif, humanis, dan selaras dengan karakteristik warga belajar, khususnya peserta didik dewasa,” ungkap Subur Binyati.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan, yakni Dr. Ansori, M.Pd. dan Dinno Mulyono, M.Pd. Keduanya membekali para tutor dengan wawasan dan strategi pengelolaan pembelajaran program kesetaraan yang profesional dan berorientasi pada capaian hasil belajar.
Dr. Ansori, M.Pd., dalam pemaparannya menyoroti pentingnya manajemen pembelajaran yang terencana dan sistematis. Ia menjelaskan tahapan pengelolaan pembelajaran, mulai dari perumusan tujuan, pemilihan metode yang tepat, hingga evaluasi hasil belajar. Selain itu, ia juga mengulas strategi pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) agar kompetensi warga belajar dapat tercapai secara optimal.
“Pengelolaan pembelajaran yang baik membantu tutor memetakan capaian belajar warga belajar, sehingga proses pembelajaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta,” jelas Dr. Ansori.
Sementara itu, Dinno Mulyono, M.Pd., memfokuskan materi pada penerapan pendekatan andragogi dalam pembelajaran kesetaraan. Menurutnya, warga belajar memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang beragam, sehingga proses pembelajaran harus menempatkan mereka sebagai subjek utama.
“Dalam pendekatan andragogi, tutor berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran harus bersifat kontekstual, partisipatif, dan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga belajar,” tutur Dinno.
Ia juga mendorong para tutor untuk terus memperkuat perannya dengan memanfaatkan pendekatan dan metode pembelajaran terkini, serta lebih kreatif dalam penggunaan media pembelajaran agar suasana belajar menjadi lebih menarik dan bermakna.
Workshop berlangsung dinamis dan interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman antartutor. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mengingat materi yang disampaikan dinilai relevan dengan tantangan pembelajaran di lapangan.
Melalui workshop ini, PKBM Sangkanhurip berharap para tutor dapat mengimplementasikan ilmu dan strategi yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, mutu layanan program kesetaraan di PKBM Sangkanhurip diharapkan semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kompetensi serta kesejahteraan warga belajar di Kabupaten Bandung.***











