Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Image of Img 20260908 wa0033

SERANG BANTEN, pewarta.id  — Upaya pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda belum membuahkan hasil. Tim gabungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten menghentikan sementara penyisiran pada Selasa (8/9/2026) sore dengan hasil nihil dan bersiap memperluas area pencarian pada Rabu besok.

 

Rombongan jurnalis tersebut sebelumnya berlayar menggunakan speedboat milik Kepala Desa Carita, berangkat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Mereka bertolak menuju perairan Anak Gunung Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekira pukul 14.00 WIB.

 

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa kabar hilangnya rombongan insan pers tersebut pertama kali diterima pihaknya dari salah seorang jurnalis Antara pada Selasa siang.

 

“Kami menerima informasi awal pada pukul 13.55 WIB dari Bapak Bayu, jurnalis Antara. Untuk kronologisnya, tim jurnalis ini berangkat dari Dermaga Pagedongan Carita pada pukul 14.00 WIB. Pada pukul 14.42 WIB, mereka sempat melaporkan ke rekan jurnalis di Lampung bahwa posisi mereka berada di antara Carita dan Anak Gunung Krakatau. Setelah itu, komunikasi terputus atau lost contact,” terang Al Amrad, Selasa sore.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Peduli Pembangunan Pangandaran Gelar Aksi Damai DI Kantor DPRD Pangandaran

 

Posisi Terakhir Terkonfirmasi di Sekitar Anak Krakatau

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut dari pihak keluarga dan saksi, Basarnas mendapat petunjuk mengenai titik koordinat duga hilangnya rombongan di perairan Selat Sunda, yakni pada posisi 6°14’40.52″S 105°40’49.48″E.

 

Amrad menjelaskan, pihak Basarnas juga menggali keterangan dari istri salah satu pemandu (guide) lokal yang mendampingi para jurnalis di speedboat tersebut guna memastikan keberadaan terakhir mereka.

 

“Informasi terakhir yang kami dapat setelah menggali keterangan dari istri guide yang ikut di speedboat, pada pukul 18.13 WIB kemarin mereka mengabarkan sudah berada di posisi sekitaran Anak Gunung Krakatau. Hingga kini kami masih mendalami jumlah pasti kru kapal yang mendampingi rombongan,” tambahnya.

 

Pencarian Hari Pertama Nihil, Basarnas Perluas Operasi SAR Besok

Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Banten langsung menginstruksikan Unit Siaga SAR Pandeglang di Carita untuk bergerak. Satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) beranggotakan enam personel dikerahkan menyisir jalur perairan Carita hingga Pulau Krakatau dan Pulau Sangiang.

Baca Juga :  Ketua IJTI Galuh Raya Kecam, Intimidasi terhadap Wartawan di Pangandaran, Oknum Danramil Diduga Halangi Kebebasan Pers

 

Selain RIB, Basarnas mengerahkan kapal utama KN SAR Banten sepanjang 40 meter dengan memboyong sekitar 20 personel ke lokasi. Namun, hingga penyisiran berakhir pada Selasa sore pukul 18.15 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban.

 

“Pada pukul 18.15 WIB tadi tim kami sudah kembali dari lokasi pencarian dengan menyisir Pulau Krakatau hingga Pulau Sangiang dan hasilnya masih nihil. Untuk perencanaan besok, kami memperbesar area pencarian setelah hari ini kita mempelajari dan menyisir rute dari Carita sampai ke Anak Gunung Krakatau,” pungkas Al Amrad.

 

Basarnas Banten terus berkoordinasi erat dengan aparat setempat, keluarga korban, serta rekan-rekan jurnalis di Banten dan Lampung guna menghimpun data tambahan demi mempersempit ruang pencarian pada operasi SAR hari kedua esok. (AST)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *