Selasa, 27 Oktober 2026
Bandung

Sambut Mudik Lebaran 2027, PJT Bandung Raya Bidik 50 Bus dan Gandeng CSR Pengusaha

Image of Img 20261026 wa0010

BANDUNG, pewarta.id  — Lonjakan jumlah warga perantauan asal Jawa Tengah di kawasan Bandung Raya yang ingin pulang ke kampung halaman direspons cepat oleh Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya. Menyikapi tingginya animo masyarakat, PJT Bandung Raya mematok target ambisius dengan menyiapkan 50 unit bus untuk program Mudik Gratis Lebaran 2027 mendatang.

Langkah akselerasi tersebut diputuskan dalam Rapat Kerja (Raker) Perdana PJT Cabang Bandung Raya yang berlangsung di Hotel Grand Eastern, Kota Bandung, Minggu (25/10/2026).

Berdasarkan hasil survei awal hingga Oktober 2026, jumlah pendaftar calon peserta mudik gratis telah menembus angka 1.500 orang. Angka ini melonjak tajam dibandingkan realisasi mudik tahun 2026 yang memberangkatkan 1.150 pemudik menggunakan 23 unit armada bus.

Kebutuhan Armada Melonjak, Incar Sinergi CSR
Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniadji, S.Pd., mengungkapkan bahwa penambahan armada menjadi kebutuhan mendesak mengingat gelombang pendaftaran diprediksi akan terus membludak hingga akhir tahun.

“Secara riil terjadi kenaikan kebutuhan sekitar 30 armada bus. Angka ini dipastikan terus bertambah saat memasuki November dan Desember nanti. Harapan kami, PJT Bandung Raya bisa memfasilitasi hingga 50 bus pada musim mudik tahun depan,” ujar Farchan.

Untuk merealisasikan target 50 bus tersebut, PJT Bandung Raya tengah memperkuat jejaring sinergi, khususnya merangkul para pelaku usaha dan tokoh perantauan asal Jawa Tengah di Bandung Raya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Sinyal positif datang dari dunia usaha. CEO Martabak MM, Fery Dwi Maryanto, secara resmi menyatakan komitmennya untuk menyumbangkan satu unit bus operasional mudik gratis.

“Ini bentuk kepedulian kami sebagai sesama warga Jawa Tengah di Kota Bandung. Melalui CSR perusahaan, kami sumbangkan satu bus khusus untuk anggota PJT di Bandung Raya. Kami juga mengetuk hati para pengusaha lainnya di Bandung Raya untuk ikut tergerak membantu para pekerja, buruh, dan karyawan perantauan,” tutur Fery.

Konsolidasi Internal dan Penguatan Fondasi Organisasi
Selain mematangkan skema mudik gratis, Raker Perdana PJT Bandung Raya juga menjadi ajang konsolidasi internal untuk membenahi tata kelola organisasi. Sejumlah poin strategis yang dibahas meliputi transparansi anggaran, penyusunan program terukur, penetapan skala prioritas, hingga kejelasan tupoksi setiap bidang kepengurusan.

Ketua Umum PJT, KRT Dr. Drs. H. Leles Sudarmanto Dipuro, M.M., MBA., menegaskan pentingnya memperluas kolaborasi lintas sektoral untuk mendongkrak kelas para anggota paguyuban.

“Komitmen saya adalah meningkatkan kolaborasi yang selaras. Kita merangkul seluruh potensi, mulai dari pelaku UMKM tingkat dasar hingga menengah, akademisi, profesional, hingga para jenderal dan tokoh potensial Jawa Tengah. Paguyuban Jawa Tengah harus selalu guyub rukun salawase,” tegas Leles.

Garap Festival Bakso hingga Program Sosial-Ekonomi
Di bawah kepemimpinan Farchan Djuniadji, PJT Bandung Raya terus melebarkan jangkauan kebermanfaatan bagi anggotanya melalui berbagai program nyata. Di sektor perbankan, organisasi ini telah menjalin kemitraan strategis dengan Bank BJB yang hingga kini merangkul sekitar 655 nasabah dari kalangan anggota.

Sementara pada bidang pemberdayaan ekonomi, PJT aktif memfasilitasi akses permodalan bagi pelaku UMKM pemula, termasuk menyalurkan dukungan dari Baznas Kota Cimahi kepada 25 pelaku usaha melalui skema pinjaman ringan tanpa bunga. Untuk memperkuat daya saing dan promosi produk kuliner para anggota, PJT Bandung Raya bahkan tengah merancang gelaran Festival Bakso Jawa Tengah dalam waktu dekat.

Tidak hanya fokus pada penguatan ekonomi, aksi kemanusiaan juga menjadi pilar utama kepedulian paguyuban. PJT Bandung Raya secara konsisten memfasilitasi proses pemulangan jenazah warga perantauan asal Jawa Tengah yang meninggal dunia di wilayah Bandung Raya. Langkah ini dijalankan melalui kolaborasi erat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Penghubung, Biro Kesra, Dinas Sosial, hingga Baznas.

Melalui perpaduan konsolidasi organisasi, pemulihan ekonomi UMKM, dan kepedulian sosial seperti program mudik gratis, PJT Bandung Raya optimistis mampu memberikan pengabdian terbaik bagi warga perantauan Jawa Tengah di tanah Pasundan. (GPWK)

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Memuat berita selanjutnya…