KA Cikuray Kini Layani Petani dan Pedagang, Perkuat Distribusi Hasil Pertanian Garut ke Jakarta

Image of Kai cikuray garut jkt (3)

GARUT, pewarta.id – Kereta Api (KA) Cikuray kini hadir dengan layanan baru yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil. Melalui peluncuran rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan menghadirkan solusi transportasi yang tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga mendukung distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat.

Peresmian layanan tersebut berlangsung di Stasiun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Plt. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Aditya Karsa, serta jajaran PT KAI.

Hadirnya gerbong khusus petani dan pedagang menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat konektivitas ekonomi daerah, khususnya bagi para pelaku usaha kecil, petani, pedagang pasar, hingga UMKM yang selama ini membutuhkan sarana transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau untuk mengangkut komoditas mereka ke berbagai daerah tujuan.

Plt. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Aditya Karsa, mengatakan bahwa layanan tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendistribusikan hasil pertanian dan barang dagangan dengan biaya yang lebih efisien.

“Layanan ini memfasilitasi para petani dan pedagang untuk membawa hasil pertanian maupun dagangannya dengan biaya transportasi yang terjangkau. Program ini juga sejalan dengan kebijakan transportasi inklusif yang mendorong pemerataan akses transportasi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Aditya.

Menurutnya, keberadaan Kereta Petani dan Pedagang diharapkan mampu memperlancar rantai pasok pangan, memperkuat distribusi komoditas lokal, sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian asal Garut di pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Gebyar Pesona Budaya Garut 2025: Panggung Besar Pelestarian Tradisi dan Penguatan Pariwisata

Image of Kai cikuray garut jkt (1) Image of Kai cikuray garut jkt (2)

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut baik inovasi tersebut dan menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Perhubungan serta PT KAI yang telah menghadirkan layanan transportasi yang mendukung sektor pertanian dan perekonomian masyarakat.

Ia menilai penambahan kapasitas rangkaian kereta sekitar 10 persen lebih dari sebelumnya akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi massal sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai sarana distribusi komoditas daerah.

Dalam kesempatan itu, Syakur juga mengingatkan bahwa keberadaan jalur kereta api di Garut sejatinya memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan sektor pertanian dan perkebunan. Jalur kereta api Garut-Cibatu-Cikajang yang dibangun sejak tahun 1889 pada awalnya memang diperuntukkan untuk mengangkut berbagai komoditas unggulan daerah.

“Hari ini menegaskan kembali makna dan fungsi awal kereta api sebagai salah satu moda transportasi yang membawa produk-produk pertanian masyarakat. Karena itu, saya berharap ke depan jadwal perjalanan kereta api di Garut semakin banyak sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” kata Syakur.

Ia juga meminta perangkat daerah terkait untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai keberadaan layanan baru tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani, pedagang, dan pelaku usaha mikro.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), Rafly Yandra, menjelaskan bahwa peluncuran hari ini merupakan perjalanan perdana KA Cikuray dengan formasi rangkaian baru yang mengusung konsep ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  Jayantara Priangan Timur 2025: Gerakan Bersama Dorong UMKM, Digitalisasi, dan Ekonomi Syariah

Menurut Rafly, KA Cikuray kini membawa enam gerbong yang terdiri dari lima gerbong Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu gerbong khusus Petani-Pedagang.

Setiap gerbong ekonomi kerakyatan memiliki kapasitas 93 tempat duduk, sedangkan gerbong khusus petani dan pedagang memiliki kapasitas 73 tempat duduk yang dirancang untuk memberikan ruang lebih fleksibel bagi masyarakat yang membawa barang dagangan maupun hasil pertanian.

“Mudah-mudahan kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada KA Cikuray ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Garut, khususnya petani, pedagang, pelaku UMKM, dan masyarakat umum yang membutuhkan akses transportasi yang terjangkau,” ujar Rafly.

KA Cikuray dengan rangkaian baru tersebut akan beroperasi setiap hari. Dari Stasiun Garut, kereta diberangkatkan pada pukul 06.05 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pukul 11.00 WIB. Sementara perjalanan kembali dari Pasar Senen berangkat pukul 17.00 WIB dan tiba di Garut sekitar pukul 23.00 WIB.

Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi angin segar bagi sektor pertanian dan perdagangan di Kabupaten Garut. Selain mempermudah mobilitas masyarakat, fasilitas tersebut juga menjadi sarana strategis untuk memperluas akses pasar, menekan biaya distribusi, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis pada potensi lokal.

Dengan hadirnya Kereta Petani dan Pedagang pada KA Cikuray, Garut kembali menegaskan perannya sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pertanian unggulan yang kini semakin terhubung dengan pusat-pusat perdagangan melalui moda transportasi kereta api yang modern, efisien, dan ramah bagi masyarakat kecil.(slamet timur).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *