CIAMIS, Pewarta.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 1 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyusul kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa salah satu siswinya di tengah perjalanan pulang sekolah, Jumat (31/07/2026).
Seorang siswi Kelas XI F1, Nur Azizah (16), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang dari sekolah. Korban merupakan warga Dusun Karangcengek, RT 26 RW 08, Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Raya Pamarican–Neglasari, tepatnya di Dusun Cibenda, RT 04 RW 01, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, tidak jauh dari lingkungan SMA Negeri 1 Pamarican.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Nur Azizah mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi E 5579 PAV untuk pulang ke rumah usai mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah pada hari itu.
Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai korban diduga mengalami gangguan pada tuas gas yang tersangkut atau tidak kembali ke posisi semula, atau yang lebih dikenal di kalangan pengendara dengan istilah “gas ngancing”. Kondisi tersebut membuat laju kendaraan tidak dapat dikendalikan oleh korban.
Motor yang melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya menghantam sebuah tembok di tepi jalan. Benturan keras akibat tabrakan tersebut mengakibatkan korban terpental dari kendaraannya dan terjatuh ke badan jalan dengan luka berat, terutama di bagian kepala.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut bersama sejumlah pengguna jalan yang melintas segera memberikan pertolongan dan berupaya membawa korban ke Puskesmas Pamarican untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. Namun, nyawa Nur Azizah tidak dapat diselamatkan.
Kasubag Puskesmas Pamarican, Asep Cepy Bundaya, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya menerima korban kecelakaan tersebut. Namun, korban dilaporkan telah meninggal dunia sebelum sempat tiba di fasilitas kesehatan.
“Ya, kejadiannya sekitar pukul 13.20 WIB. Kondisi korban sudah meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Pamarican. Korban dibawa ke puskesmas menggunakan sepeda motor,” ujar Asep Cepy Bundaya kepada Pewarta.id.
Suasana duka tampak menyelimuti Puskesmas Pamarican begitu kabar musibah tersebut menyebar. Sejumlah teman sekolah, sahabat, serta rekan sekelas korban berdatangan untuk melihat kondisi terakhir Nur Azizah. Tangis haru pun pecah di lorong puskesmas ketika mereka mengetahui bahwa sahabat mereka telah berpulang untuk selama-lamanya.
Kepergian Nur Azizah menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi pihak keluarga, tetapi juga bagi para guru dan seluruh civitas akademika SMA Negeri 1 Pamarican yang selama ini mengenalnya sebagai salah satu siswi Kelas XI F1.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen SMA Negeri 1 Pamarican belum memberikan keterangan resmi terkait musibah yang menimpa salah satu siswinya tersebut. Belum ada pula pernyataan terbuka mengenai kemungkinan pelayat dari pihak sekolah yang akan dikirim untuk melayat ke rumah duka.
Sementara itu, kasus kecelakaan yang merenggut nyawa pelajar tersebut kini telah ditangani oleh pihak Kepolisian. Aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk olah tempat kejadian perkara dan permintaan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi, untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan adanya kerusakan pada sistem gas sepeda motor yang dikendarai korban sebelum insiden terjadi.
Kejadian ini turut menjadi pengingat bagi warga sekitar, khususnya para pelajar yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi menuju dan pulang dari sekolah, untuk senantiasa memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan di jalan raya. Kerusakan teknis sekecil apa pun, seperti tuas gas yang macet, dapat berakibat fatal jika tidak segera diperbaiki.
Kasus ini juga menambah daftar kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di wilayah Kecamatan Pamarican. Sejumlah pihak berharap peristiwa tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi pihak sekolah maupun orang tua siswa, terkait pentingnya pengecekan kondisi kendaraan bermotor secara berkala sebelum digunakan oleh anak-anak yang berangkat maupun pulang sekolah. Ruas Jalan Raya Pamarican–Neglasari sendiri dikenal sebagai jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan bermotor pada jam-jam pulang sekolah, sehingga kewaspadaan ekstra dari para pengendara, terutama pelajar, dinilai perlu terus ditingkatkan.










