Pesilat Cilik Asal Pamarican Raih Juara 1 di Banjar Challenge II 2026

Image of Img 20260905 wa0030

CIAMIS, pewarta.id – Potensi atlet pencak silat usia dini di Kabupaten Ciamis kembali menunjukkan perkembangan positif. Dari Kecamatan Pamarican, seorang pesilat cilik berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Kota Banjar Challenge II Tahun 2026.

 

Atlet muda tersebut adalah Naila Amalia Hilya Ramadhani, siswi kelas II SD Negeri 1 Pamarican. Di usianya yang masih belia, Naila mampu tampil gemilang dan keluar sebagai juara pada kategori Tanding Kelas A Mini Usia Dini I.

 

Prestasi tersebut diraih Naila dalam Kejuaraan Pencak Silat Kota Banjar Challenge II Tahun 2026 yang digelar di Langensari Sport Center, Kota Banjar, Sabtu, 5 September 2026.

 

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Sayap Putih Nusantara bekerja sama dengan IPSI Kota Banjar. Ajang tersebut menjadi arena pembuktian kemampuan bagi para pesilat muda dari berbagai daerah untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan hasil latihan mereka.

 

Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, Naila tampil dengan penuh keberanian saat memasuki arena pertandingan. Ia mampu menghadapi persaingan di kelasnya dan menunjukkan kemampuan terbaik hingga akhirnya berhasil menempati posisi tertinggi.

Baca Juga :  Dukung Pembangunan Daerah, P3DW Kota Banjar Genjot Kepatuhan Pajak

 

Keberhasilan tersebut menjadi catatan awal yang menjanjikan bagi perjalanan Naila sebagai atlet pencak silat. Putri dari pasangan Baehaki Efendi dan Nur Ani Fatullailiyah itu kini mulai menunjukkan bahwa atlet usia dini dari daerah juga memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi.

 

Dalam ajang tersebut, Naila tampil sebagai bagian dari Kontingen Perisai Diri Kota Banjar. Selama ini, perguruan tersebut aktif melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet muda, termasuk memberikan ruang bagi pesilat usia dini untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

 

Pelatih Perisai Diri Kota Banjar, Tono Tarsono, mengaku bangga atas keberhasilan yang diraih anak didiknya. Menurutnya, gelar juara tersebut merupakan hasil dari proses latihan, semangat, serta keberanian Naila dalam menghadapi pertandingan.

 

“Prestasi ini tentu sangat membanggakan. Kami berharap Naila bisa terus berkembang dan ke depannya mampu meraih medali emas di ajang-ajang berikutnya,” ungkap Tono.

 

Ia menegaskan, pembinaan atlet sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting untuk melahirkan pesilat-pesilat potensial. Dengan latihan yang konsisten dan dukungan dari berbagai pihak, atlet muda diharapkan mampu terus meningkatkan kemampuan mereka.

Baca Juga :  Presidium MD Kahmi Kota Banjar Minta Baznas Harus Dikelola oleh Sosok Berintegritas

 

“Kami ingin ke depan semakin banyak atlet pencak silat yang bisa berkembang, berprestasi hingga ke level nasional, bahkan internasional,” tambahnya.

 

Capaian Naila juga menjadi kabar membanggakan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat Kecamatan Pamarican. Prestasi yang diraih di usia dini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk berani mengembangkan bakat di bidang olahraga.

 

Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa prestasi tidak selalu harus menunggu usia dewasa. Dengan pembinaan, disiplin, serta kesempatan untuk mengikuti kompetisi, bibit-bibit atlet potensial dapat mulai tumbuh sejak usia dini.

 

Kini, gelar Juara 1 Banjar Challenge II 2026 menjadi salah satu pijakan awal bagi perjalanan Naila Amalia Hilya Ramadhani. Dari Kecamatan Pamarican, pesilat cilik ini mulai menapaki arena prestasi dengan harapan suatu saat mampu membawa namanya, daerah, dan Indonesia ke panggung pencak silat yang lebih tinggi.(AR)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *