Pasar Kambing Pamarican Sepi Jelang Idul Adha, Pedagang Keluhkan Lokasi Kurang Strategis

Image of Pasar kambing pamarican sepi jelang idul adha, pedagang keluhkan lokasi kurang strategis
Suasana Pasar Kambing Pamarican, Kabupaten Ciamis, yang tampak lengang menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Rabu (29/04/2026).

CIAMIS, Pewarta.id — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, kondisi perdagangan di Pasar Kambing Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terpantau jauh dari ramai. Sejumlah pedagang mengaku omzet mereka merosot cukup tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan menuding lokasi pasar yang kurang strategis sebagai salah satu penyebab utamanya. Rabu (29/04/2026).

Kusmana, salah seorang pedagang kambing yang telah lama berjualan di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini berubah drastis sejak pasar hewan direlokasi dari area belakang Pasar Pamarican ke lokasi baru di samping Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pamarican.

“Sejak pasar hewan pindah ke sini, pembeli jadi sepi. Berbeda waktu di tempat yang lama, pembeli selalu ada dan ramai. Sekarang mah sepi, beda jauh,” ungkapnya kepada pewarta, Rabu (29/04/2026).

Menurut Kusmana, perpindahan lokasi pasar yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir ini berdampak langsung pada tingkat kunjungan calon pembeli. Lokasi baru dinilai kurang mudah dijangkau dan tidak sepopuler lokasi lama yang berada di jantung aktivitas perdagangan Pamarican.

Baca Juga :  Sebanyak 3.490 Siswa di Ciamis Mendapat Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dari sisi harga, Kusmana mengakui kondisinya masih relatif stabil. Harga kambing kurban saat ini berkisar antara Rp2 juta hingga Rp4 juta per ekor, bergantung pada ukuran dan kondisi fisik hewan. Namun kestabilan harga itu tidak serta-merta mendongkrak jumlah pembeli yang berdatangan.

“Standar harga sekarang paling murah Rp2 juta dan paling mahal Rp4 juta. Tapi tetap saja pembeli tidak seramai tahun lalu,” ucapnya.

Kondisi ini membuat para pedagang di Pasar Kambing Pamarican merasa khawatir kehilangan momen panen keuntungan yang selama ini menjadi andalan mereka setiap musim kurban. Momentum Idul Adha yang lazimnya menjadi puncak transaksi jual beli hewan ternak kini tidak lagi memberikan dampak yang diharapkan.

Di balik persoalan lokasi, sejumlah pihak juga menyebut melemahnya daya beli masyarakat sebagai faktor yang tidak bisa diabaikan. Meski pedagang lebih banyak menyoroti masalah tata letak pasar, jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu yang juga sudah menempati lokasi yang sama namun transaksi masih lebih baik, maka tekanan ekonomi yang dialami masyarakat secara umum turut berperan besar dalam lesunya pasar kambing tahun ini.

Baca Juga :  Tersangka Dua Pengendara Moge, Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Hal ini menjadi tantangan ganda bagi para pedagang dan peternak hewan kurban di wilayah Pamarican — di satu sisi harus menghadapi lokasi yang dinilai tidak mendukung, di sisi lain juga berhadapan dengan kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Kusmana pun menitipkan harapannya kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini, terutama terkait penataan ulang lokasi pasar hewan yang lebih representatif dan mudah diakses masyarakat.

“Harapannya ada perhatian dari pemerintah untuk mencarikan tempat yang lebih strategis. Kalau bisa, kami ingin kembali ke lokasi awal, yaitu di belakang Pasar Pamarican,” harapnya.

Para pedagang berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap keluhan ini. Keberadaan pasar kambing yang hidup dan ramai bukan hanya soal keuntungan pedagang semata, melainkan juga cerminan denyut ekonomi masyarakat di tingkat lokal yang perlu terus dijaga, terutama menjelang momen ibadah besar seperti Idul Adha.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *